📌 *(فائدة قال عنها الشيخ مشهور حسن -حفظه الله- تساوي رحلة).*
أعجبني كلام لعالم كبير وهو (المقريزي)، له كتاب اسمه (درر العقود الفريدة) في الجزء الأول منه صفحة (342) ترجم فيه لأعيان القرن التاسع الهجري، ترجم لعالم تركي اسمه (أحمد) ويعرف ب ( صارو سيدنا) يقول:
*((قال لي، وقد جاءني بدمشق زائرا في سنة ثلاث عشرة وثماني مئة، والناس إذ ذاك من الظلم في أخذ الأموال والعقوبة على أخذ أجر مساكنهم بحال شديدة، وأخذنا نذاكر ذلك فقال لي: ما السبب في تأخر إجابة دعاء الناس في هذا الزمان، وهم قد ظلموا غاية الظلم؟ بحيث إن امرأة شريفة عوقبت لعجزها عن القيام بما ألزمت به من أجرة سكنها الذي هو ملكها مع قوله عليه الصلاة والسلام: ((اتق دعوة المظلوم، فإنه ليس بينها وبين الله حجاب))، وها نحن نراهم منذ سنين يدعون على من ظلمهم ولا يستجاب لهم؟!)).*
◀️ تعقيب الشيخ مشهور حسن:
كم من داع دعا على يهود؟
كم من إمام قنت ودعا على يهود؟
دعوا حتى قنطوا (بالطاء) وقنتوا (بالتاء).
فأكثر الناس من الدعاء على اليهود.
يقول المقريزي -وهو عالم يفهم سنن الله عز وجل-:
*((فأفضنا في ذلك حتى قال: سبب ذلك أن كل أحد في هذا الوقت صار موصوفا بأنه ظالم، لكثرة ما فشا من ظلم الراعي والرعية، وكأنه لم يبق مظلوم في الحقيقة، لأنا نجد عند التأمل كل أحد من الناس في زمننا، وإن قل، يظلم في المعنى الذي هو فيه من قدر على ظلمه، ولا نجد أحدا يترك الظلم إلا لعجزه عنه، فإذا قدر عليه ظلم، فبان أنهم لا يتركون ظلم من دونهم إلا عجزا لا عفة)).*
يثني المقريزي على كلام ما سبق ويقول:
ولعمري لقد صدق- رحمه الله- وقد قيل قديما "المتنبي":
والظلم من شيم النفوس فإن تجد... ذا عفة فلعلة لا يظلم
◀️ تعقيب الشيخ مشهور حسن:
- أنت تظلم نفسك إن تركت أمرًا من أوامر الشرع.
- أنت تظلم ولدك إن لم تأمره بالصلاة.
- أنت تظلم ابنتك إن لم تأمرها بالحجاب.
- أنت تظلم جارك إن لم تأمره بالمعروف وتنهاه عن المنكر.
- انت تظلم ابنة أختك وابنة أخيك إن رأيتها متبرجة ولم تأمرها.
هذا هو معنى الظلم.
من منا ليس بظالم؟
إذا أردنا أن ننصر الله فينبغي أن نترك الظلم، فإن تركنا الظلم ورفعنا أيدينا استجاب الله لنا، أما ونحن ظالمون فلا استجابة لنا.
⬅️ خدمة الدرر الحسان.
↩️ (شرح صحيح مسلم، 4 ربيع الآخر 1445 هجري).
📥 للاشتراك:
• واتس آب: + 962-77-675-7052
• الغرام: t. me/ meshhoor
https://www.facebook.com/share/p/19ftwvFMSu/
PELAJARAN BERHARGA YANG KATA SYAIKH MASYHUR HASAN HAFIZHAHULLOH SETARA DENGAN SEBUAH PERJALANAN MENUNTUT ILMU
Aku mengagumi perkataan seorang ulama besar, yaitu Al-Maqrizi, dalam kitabnya yang berjudul 'Durar al-'Uqud al-Faridah pada juz pertama halaman 342. Di sana, beliau menulis biografi tokoh-tokoh terkemuka abad ke-9 Hijriah. Beliau menulis tentang seorang ulama asal Turki bernama Ahmad, yang dikenal dengan julukan 'Saru Sayyiduna'
Al-Maqrizi menceritakan:
"Ia berkata kepadaku saat mengunjungiku di Damaskus pada tahun 813 H, ketika itu orang-orang sedang berada dalam kondisi sulit akibat kezhaliman berupa perampasan harta dan hukuman (pajak) atas sewa tempat tinggal mereka. Kami mulai mendiskusikan hal tersebut, lalu ia bertanya kepadaku:
'Apa sebabnya doa orang-orang di zaman ini terlambat dikabulkan, padahal mereka telah dizhalimi dengan kezaliman yang sangat luar biasa? Sampai-sampai ada seorang wanita mulia yang dihukum karena tidak mampu membayar biaya atas rumah tinggalnya sendiri (yang dipungut secara zhalim oleh penguasa). Padahal Nabi ﷺ bersabda: 'Takutlah kalian terhadap doa orang yang dizalimi, karena sesungguhnya tidak ada penghalang antara doa itu dengan Allah.' Namun, kita melihat mereka telah bertahun-tahun berdoa melawan orang yang menzhalimi mereka, tapi tidak kunjung dikabulkan?!'
Tanggapan Syaikh Masyhur Hasan:
Berapa banyak orang yang berdoa melawan Yahudi?
Berapa banyak imam yang melakukan Qunut dan berdoa melawan Yahudi?
Mereka berdoa sampai merasa 'putus asa' (qanathu - dengan huruf Tha’) dan terus melakukan 'qunut' (qanatu - dengan huruf Ta’).
Manusia telah sangat banyak berdoa melawan Yahudi.
Al-Maqrizi, seorang ulama yang memahami Sunnatullah melanjutkan:
'Kami membahas masalah itu lebih dalam' hingga ia berkata:
'Sebabnya adalah karena setiap orang di masa sekarang telah menyandang sifat Zhalim. Hal ini dikarenakan betapa luasnya kezhaliman yang tersebar, baik dari pemimpin maupun rakyatnya. Seolah-olah tidak ada lagi orang yang benar-benar 'Muzhlim' (terzhalimi) secara hakiki.
Sebab jika kita merenung, kita akan mendapati setiap orang di zaman kita, sekecil apa pun perannya pasti menzhalimi orang yang mampu ia zhalimi dalam lingkupnya. Kita tidak mendapati seseorang meninggalkan kezhaliman melainkan karena ia tidak mampu melakukannya. Jika ia memiliki kemampuan, ia akan berbuat zhalim. Maka jelaslah bahwa mereka tidak meninggalkan kezhaliman terhadap orang di bawahnya melainkan karena lemah, bukan karena menjaga kehormatan diri (iffah).'
Al-Maqrizi memuji perkataan tersebut dan berkata:
' Demi umurku, sungguh ia telah berkata benar semoga Allah merahmatinya.
Dahulu Al-Mutanabbi pernah berkata:
'Kezhaliman adalah tabiat jiwa manusia... jika engkau mendapati seseorang yang menahan diri dari berbuat zalim, mungkin itu karena suatu alasan (kelemahan) sehingga ia tidak bisa menzhalimi'.
Tanggapan (Kesimpulan) Syaikh Masyhur Hasan:
~Engkau menzhalimi dirimu sendiri jika meninggalkan satu saja perintah syariat.
~Engkau menzhalimi anakmu jika tidak memerintahkannya shalat.
~Engkau menzhalimi putrimu jika tidak memerintahkannya berhijab.
~Engkau menzhalimi tetanggamu jika tidak memerintahkannya kepada yang ma'ruf dan mencegahnya dari yang mungkar.
~Engkau menzhalimi keponakanmu jika melihatnya tabarruj namun engkau tidak menasihatinya.
Inilah makna kezhaliman. Siapa di antara kita yang tidak berbuat zhalim?
Jika kita ingin Allah menolong kita, maka hendaknya kita meninggalkan kezhaliman. Jika kita meninggalkan kezhaliman lalu mengangkat tangan (berdoa), barulah Allah akan mengabulkan doa kita. Adapun selama kita masih berbuat zhalim, maka tidak ada pengabulan bagi kita.
(Syarah Shahih Muslim, 4 Rabi’ul Akhir 1445 Hijriah).
Ust abul hilya