Minggu, 28 Juni 2026

jauhilah bergaul dengan mereka

امْنَعُوا الصِّبْيَانَ مِنْ مُخَالَطَةِ الْمُبْتَدِعَةِ
قال ابن الجوزي رحمه الله :
الله اللهَ مِنْ مُصَاحَبَةِ هَؤُلَاءِ، وَيَجِبُ مَنْعُ الصِّبْيَانِ مِنْ مُخَالَطَتِهِمْ لِئَلَّا يَثْبُتَ فِي قُلُوبِهِمْ مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ وَاشْغَلُوهُمْ بِأَحَادِيثِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ لِتُعْجَنَ بِهَا طَبَائِعُهُمْ
 (الآداب الشرعية : ٣ / ٥٧٨)

Ibn al-Jawzi رحمه الله berkata:

Jauhilah, jauhilah bergaul dengan mereka. Anak-anak wajib dijauhkan dari pergaulan dengan para pelaku bidah agar tidak ada sedikit pun pengaruh dari mereka yang menetap di dalam hati anak-anak.

Sibukkanlah mereka dengan hadis-hadis Muhammad ﷺ, sehingga tabiat dan karakter mereka tumbuh serta terbentuk di atas hadis-hadis tersebut.

Sumber: Al-Ādāb asy-Syar‘iyyah (3/578).

Bukanlah syarat bagi orang yang melarang (kemungkaran) harus terbebas dari maksiat

Ibnu Athiyyah rahimahullah berkata:

ليس مِن شرط الناهي أن يكون سليمـًا من معصيـة، بل ينهى العُصـاةُ بعضهم بعضًا

“Bukanlah syarat bagi orang yang melarang (kemungkaran) harus terbebas dari maksiat. Bahkan orang-orang yang bermaksiat pun tetap harus saling melarang satu sama lain (dari kemaksiatan).” (Tanbih al-Ghafilin, 1/23)
Ustadz muadz mukhadasin

Bab tentang Mendengar dan Taat kepada Pemimpin Kaum Muslimin, Bersabar atas (Kezaliman) Mereka Meskipun Mereka Berbuat Lalim, serta Larangan Memberontak terhadap Mereka Selama Mereka Menegakkan Shalat


9 - Bab tentang Mendengar dan Taat kepada Pemimpin Kaum Muslimin, Bersabar atas (Kezaliman) Mereka Meskipun Mereka Berbuat Lalim, serta Larangan Memberontak terhadap Mereka Selama Mereka Menegakkan Shalat
Al-Hasan berkata: (Pada masa) hari-hari Yazid bin Al-Muhallab—ketika sekelompok orang mendatanginya—dia memerintahkan mereka untuk tetap tinggal di rumah mereka dan mengunci pintu rumah mereka.
Kemudian dia berkata: "Demi Allah, seandainya manusia ketika diuji oleh penguasa mereka mau bersabar, niscaya tidak lama kemudian Allah akan mengangkat (ujian) itu dari mereka. Hal itu karena mereka (yang memberontak) justru lari menuju pedang (peperangan), sehingga mereka diserahkan kepada pedang tersebut. Dan demi Allah, mereka tidak pernah mendatangkan kebaikan sama sekali walau sehari saja."
Halaman Kedua (Bagian Tengah)
Kemudian beliau membaca (ayat):
"Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir'aun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun."** (QS. Al-A'raf: 137).

Dari Ummu Salamah *radhiyallahu 'anha*, dari Rasulullah *shallallahu 'alaihi wa sallam*, beliau bersabar:
"Akan ada untuk kalian para pemimpin yang kalian kenal (kebaikan mereka) dan kalian ingkari (kemungkaran mereka). Maka barangsiapa yang membencinya, ia telah berlepas diri (dari dosa), dan barangsiapa yang mengingkarinya, ia telah selamat. Akan tetapi, (yang berdosa adalah) orang yang ridha dan mengikuti mereka."Para sahabat bertanya: "Apakah tidak sebaiknya kami memerangi mereka?"* Beliau menjawab: "Tidak, selama mereka masih shalat."

Dari Anas bin Malik *radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah *shallallahu 'alaihi wa sallam* bersabar:
 "Dengarkanlah dan taatilah, meskipun yang dipimpin (menjadi pemimpin) atas kalian adalah seorang budak Habasyi (Etiopia) yang kepalanya seperti kismis."

Wail Al-Hadhrami berkata: Yazid bin Salamah Al-Ju'fi bertanya kepada Rasulullah *shallallahu 'alaihi wa sallam*: "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika memimpin atas kami para penguasa yang meminta hak mereka kepada kami, namun mereka menahan (tidak memberikan) hak kami? Apa yang engkau perintahkan kepada kami?"* Rasulullah berpaling darinya. Kemudian ia bertanya lagi untuk kedua atau ketiga kalinya, lalu Al-Asy'ats bin Qais menariknya dan Rasulullah *shallallahu 'alaihi wa sallam* bersabda:
"Dengarkanlah dan taatilah, karena sesungguhnya mereka akan memikul dosa atas apa yang dibebankan kepada mereka, dan kalian akan memikul dosa atas apa yang dibebankan kepada kalian."

Dari Suwaid bin Ghafalah, ia berkata: Umar bin Al-Khattab *radhiyallahu 'anhu* berkata kepadaku:
Barangkali engkau akan tetap hidup sepeninggalku, maka taatilah pemimpin meskipun ia seorang budak Habasyi. Jika ia memukulmu, maka bersabarlah. Jika ia menahan hakmu, maka bersabarlah. Dan jika ia mengajakmu kepada perkara yang mengurangi urusan duniamu, maka katakanlah: 'Aku mendengar dan taat, darahku demi agamaku (aku rela berkorban harta/dunia demi menjaga agama)'.

Muhammad bin Al-Husain berkata:
Jika ada seseorang yang bertanya: *"Apa makna yang terkandung dari perkataan Umar radhiyallahu 'anhu di atas?
Maka dikatakan kepadanya: Maknanya—Wallahu a'lam—adalah: Siapa pun yang memimpinmu—baik dari orang Arab maupun selain Arab, hitam maupun putih, atau ajam (non-Arab)—maka taatilah dia dalam perkara yang bukan maksiat kepada Allah.
Jika ia menahan hak yang seharusnya milikmu, atau memukul punggungmu secara zalim, atau menodai kehormatanmu, atau mengambil hartamu, maka janganlah hal itu membuatmu mengangkat pedangmu melawannya hingga engkau memeranginya. Dan janganlah engkau keluar (memberontak) bersama orang Khawarij yang memeranginya, serta janganlah memprovokasi orang lain untuk memberontaknya, melainkan bersabarlah atas hal tersebut.
Namun, bisa jadi perkataan tersebut juga bermakna: Jika ia mengajakmu kepada perkara yang mengurangi agamamu dari sisi lain—misalnya ia memerintahkanmu untuk membunuh orang yang tidak berhak dibunuh, memotong anggota tubuh orang yang tidak berhak dipotong, memukul orang yang tidak halal dipukul, atau mengambil harta orang yang tidak halal diambil hartanya, atau menzalimi orang yang tidak halal dizalimi—maka dalam hal ini **engkau tidak boleh menaatinya**.
Jika pemimpin itu berkata kepadamu: *"Jika engkau tidak melakukan apa yang aku perintahkan, maka aku akan membunuhmu atau memukulmu,"* maka katakanlah: *"Darahku demi agamaku (silakan ambil nyawaku, tapi aku tidak mau melanggar agama)."*
Hal ini karena sabda Nabi *shallallahu 'alaihi wa sallam*:
> *"Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Al-Khaliq (Allah) Azza wa Jalla."*
Dan sabda beliau:
> *"Sesungguhnya ketaatan itu hanyalah dalam perkara yang ma'ruf (baik)."*

39 DURUS/PELAJARAN DI AWAL BULAN MUHARRAM 1448 H-Markiz Darul Hadits Fiyush, Yaman

39 DURUS/PELAJARAN DI AWAL BULAN MUHARRAM 1448 H
-Markiz Darul Hadits Fiyush, Yaman-

الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات 

Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Insya Allah mulai Ahad ini, 28 Juni 2026/14 Muharram 1448 H, Markiz Darul Hadits Fiyush akan kembali memulai aktifitas belajar dan mengajar seperti biasa setelah libur hari raya Idul Adha. Sabtu malam kemarin di umumkan Insya Allah mulai ahad hari ini akan dibuka dan dilanjutkan 39 durus/pelajaran baik kitab² baru ataupun lanjutan dari pelajaran sebelumnya. Begitu juga halaqoh² quran dan kegiatan lainnya.

Atas nikmat Allah azza wa jalla, Markiz Fiyush adalah Markiz Salafiyyah terbesar di Yaman Selatan. Belasan ribu thullab belajar di markiz ini dari pagi sampai malam, datang dari berbagai penjuru dunia. Dibimbing oleh para masyaikh dan mustafidun yang kompeten dalam ulum syar'iyyah. Bahkan diantara para masyaikh mereka adalah murid² senior Syaikh Al-Allamah Muqbil Al-Wadi'i rahimahullah. 

Para Masyaikh حفظهم الله yang aktif mengajar di markiz diantara nya; Syaikh Basyar Al-Adeni, Syaikh Nabil Masyrof, Syaikh Ahmad Al-Barkani, Syaikh Ahmad Al-Makhrami, ​Syaikh Khalid Marjah, Syaikh Anis Al-Yafi'i, ​Syaikh Yaslam Asy-Syabwi, Syaikh Abdullah Salim Ar-Radfani, Syaikh Ahmad At-Thabaqi, ​Syaikh Khalid Al-Hibshi, ​Syaikh Muhammad Al-Haswi, ​Syaikh Ahmad Al-Wahthi, ​Syaikh Shalih Al-Kailah, ​Syaikh Abdul Hakim An-Nakhibi, Syaikh Munir An-Nakhibi, ​Syaikh Hussain Al-Baraki, ​Syaikh Muhammad Shalah, ​Syaikh Shadiq As-Saqqaf, Syaikh Wadi' Muhaim,  dan para masyaikh dan mustafidun yang lainnya. Semoga Allah ta'ala membalas kebaikan² dan jasa² mereka.

Paling minimal pelajaran yang diambil oleh tholib itu 2 durus khos diawal belajar dan itu secara bertahap akan bertambah sesuai dengan kemampuan tholib tersebut. Belum lagi ditambah 3 durus 'aam yang berjalan di 3 waktu bada sholat (dzuhur - ashar - maghrib). Yang artinya minimal tholib yang baru itu dia bisa belajar 5 durus setiap hari nya alhamdulillah. 

Syaikhuna Dr. Abdullah Mar'i Al-Adeni hafizhahullah beliau mengajar langsung pelajaran² umum الدروس العامة yaitu Tafsir Jalalain (Juz 30) Ba'da Dzuhur, Al-Istigotsah Fii roddi 'alal Bakri Ba'da Ashar dan As-Siyasah As-Syar'iyah Libni Taimiyyah Ba'da Maghrib. 

Semoga kebaikan² ini bisa terus berlanjut kedepannya dan semoga Allah Azza wa Jalla membalas setiap kebaikan para masyaikh, asatidzah, mustafidun dan mereka² yang telah berjuang dalam dakwah di jalan Allah yang mulia ini apapun bidang dan profesi nya. 

Dan juga semoga Allah Azza wa Jalla membalas kebaikan pendiri markiz ini As-Syaikh Al-Allamah Abdurrahman bin Mar'i Al-Adeni رحمه الله dan saudara serta khalifah beliau As-Syaikh Al-Allamah Abdullah bin Mar'i Al-Adeni حفظه الله atas khidmat² mereka dalam dakwah dijalan Allah azza wa jalla. Aamiin ya Rabbal 'alamin 

Berikut adalah daftar durus pelajaran yang diumumkan sabtu malam kemarin:

I. BIDANG AQIDAH & TAUHID:
1. Al-Qawaid Al-Arba': Syaikh Bashar Al-Adani
2. Al-Qawaid Al-Mutslah: Syaikh Anis Al-Yafi'i
3. Aqidah Wasithiyyah (Syarah Al-Fauzan): Syaikh Abdullah Salim
4. Fathul Majid (Syarah Kitab Tauhid): Syaikh Muhammad Bawajih
5. Tajridut Tauhid (Al-Maqrizi): Syaikh Husain Al-Baraki
6. Lum'atul I'tiqad: Syaikh Husain Al-Baraki
7. Lamiyyah Syaikhil Islam: Ustadz Jamil Al-Lahji
8. Al-Ushul Ats-Tsalatsah: Syaikh Thamir bin Fuhaid
9. Al-Ushul Ats-Tsalatsah: Ustadz Muhammad Salim
10. Al-Ha'iyyah: Ustadz Muhammad Salim 
11. Nawaqidul Islam: Ustadz Ahmad As-Sulaimani

II. BIDANG FIQIH & USHUL FIQIH: 
12. Qawaidul Ushul wa Ma'aqidul Fushul: Syaikh Khalid Al-Hibsyi
13. Manzhumah Qawaid Fiqhiyyah: Syaikh Khalid Al-Hibsyi
14. Al-Fiqhu Al-Muyassar: Syaikh Khalid Marjah
15. Ad-Durar Al-Bahiyyah (Asy-Syaukani): Syaikh Abdullah Salim
16. Kitab Al-Ijarah wal Syarikah (dari Ad-Durar Al-Bahiyyah): Ustadz Rafiq Al-Lahji
17. Mukhtashar Shifatush Salah: Syaikh Shadiq As-Saqqaf
18. Ahlam Masail wal Ahkam fi Shifatish Salah: Ustadz Muhammad Sa'id Al-Abyani
19. Mukhtashar At-Tahrir (Ushul Fiqih): Syaikh Munir An-Nakhibi
20. Al-Ushul min 'Ilmil Ushul: Imam Umar Adh-Dhali'i
21. Kitab Zakat (dari Al-Fiqhu Al-Muyassar): Imam Umar Adh-Dhali'i
22. Al-Ushul min 'Ilmil Ushul (lanjutan): Ustadz Shalih Al-Musaimiri
23. Talkhish Fiqhil Faraidh: Ustadz Abdul Basith Ash-Shubaihi
24. Wudhu dan Nawaqidnya: Ustadz Ahmad As-Sulaimani

III. BIDANG BAHASA ARAB (NAHWU & SHARAF):
25. Mutammimah Al-Ajurrumiyyah: Syaikh Muhammad Al-Haswi
26. Qathrun Nada: Syaikh Muhammad Al-Haswi
27. Syarah Ibnu Aqil: Syaikh Muhammad Al-Haswi
28. Syadza Al-'Urf: Syaikh Muhammad Al-Haswi
29. Qathrun Nada: Syaikh Muhammad Bawajih
30. Qathrun Nada: Syaikh Wadi' Muhayim
31. Matan Al-Ajurrumiyyah: Syaikh Shadiq As-Saqqaf
32. Matan Al-Ajurrumiyyah (untuk pemula): Ustadz Faris Al-Jahafi
33. Mutammimah Al-Ajurrumiyyah: Syaikh Ahmad Al-Wahthi
34. Alfiyyah Ibnu Malik (Syarah Ibnu Aqil): Syaikh Ahmad Al-Wahthi
35. Mutammimah Al-Ajurrumiyyah: Ustadz Fawaz Al-Adani

IV. BIDANG HADITS & SIRAH:
36. Taysirul 'Allam: Syaikh Khalid Marjah
37. Al-Ba'itsul Hatsits: Syaikh Muhammad Bawajih
38. Muqaddimah Ilmiyyah Sirah Nabawiyyah: Syaikh Shadiq As-Saqqaf
39. Syarah Al-Arba'in An-Nawawiyyah: Ustadz Fawaz Al-Adani

Semoga dengan informasi ini bisa bermanfaat dan memberikan gambaran bagi teman² para asatidz dan ikhwah² yang ingin melanjutkan belajar ilmu syar'i, memperluas khazanah keilmuan nya, Yaman bisa jadi tempat yang cocok buat antum sekalian. Biidznillah banyak kebaikan² yang akan antum dapatkan di negeri iman ini jika antum betul² ikhlas dan sungguh-sungguh karna Allah azza wa jalla.

Semoga Allah ta'ala mudahkan kita agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Aamiin

✍️  Ahad, 14 Muharram 1448 H
Muhammad Rafi Syafilah 
Markiz Darul Hadits Fiyush, Yaman حرسها الله
@sorotan
Al akh rafii safilah

𝗦𝘆𝗮𝗶𝗸𝗵 𝗣𝗿𝗼𝗳. 𝗗𝗿. 𝗔𝗯𝗱𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗯𝗶𝗻 𝗠𝘂𝗵𝗮𝗺𝗺𝗮𝗱 𝗛𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗺𝗳𝘂

𝗦𝘆𝗮𝗶𝗸𝗵 𝗣𝗿𝗼𝗳. 𝗗𝗿. 𝗔𝗯𝗱𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗯𝗶𝗻 𝗠𝘂𝗵𝗮𝗺𝗺𝗮𝗱 𝗛𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗺𝗳𝘂

𝘜𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘬𝘦𝘵𝘶𝘳𝘶𝘯𝘢𝘯 𝘐𝘯𝘥𝘰𝘯𝘦𝘴𝘪𝘢 𝘢𝘴𝘢𝘭 𝘋𝘰𝘮𝘱𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘪𝘱𝘳𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘱𝘳𝘰𝘧𝘦𝘴𝘰𝘳 𝘥𝘪 𝘒𝘦𝘳𝘢𝘫𝘢𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘢𝘣 𝘚𝘢𝘶𝘥𝘪, 𝘱𝘢𝘬𝘢𝘳 𝘪𝘭𝘮𝘶 𝘩𝘢𝘥𝘪𝘴 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘵𝘶𝘥𝘪 𝘐𝘴𝘭𝘢𝘮, 𝘴𝘦𝘳𝘵𝘢 𝘥𝘪𝘬𝘦𝘯𝘢𝘭 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶𝘪 𝘥𝘦𝘥𝘪𝘬𝘢𝘴𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘱𝘦𝘯𝘥𝘪𝘥𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘪𝘯𝘢𝘢𝘯 𝘨𝘦𝘯𝘦𝘳𝘢𝘴𝘪 𝘢𝘬𝘢𝘥𝘦𝘮𝘪𝘴𝘪.

𝗣𝗿𝗼𝗳𝗶𝗹 𝗦𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁 𝗧𝗼𝗸𝗼𝗵

Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Muhammad Hasan Dumfu merupakan salah satu ulama kontemporer di Kerajaan Arab Saudi yang memiliki garis keturunan Indonesia. Kedua orang tuanya berasal dari Kabupaten Dompu, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, sedangkan beliau lahir di Kota Thaif pada tahun 1378 Hijriah (sekitar 1958 Masehi).

Di lingkungan akademik Timur Tengah, beliau dikenal sebagai pakar ilmu hadis dan studi Islam yang mengabdikan sebagian besar perjalanan hidupnya di dunia pendidikan tinggi. Kiprahnya lebih banyak berlangsung di ruang-ruang akademik daripada di panggung publik. Meski tidak banyak tampil di media, kontribusinya dalam membina mahasiswa, mengembangkan pendidikan tinggi, dan menghasilkan karya ilmiah menjadikan beliau sebagai salah satu tokoh keturunan Indonesia yang memiliki posisi penting di lingkungan akademik Arab Saudi.

«"Kemuliaan ilmu tidak hanya terletak pada banyaknya pengetahuan yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya."»

𝗟𝗮𝘁𝗮𝗿 𝗕𝗲𝗹𝗮𝗸𝗮𝗻𝗴 𝗞𝗲𝗹𝘂𝗮𝗿𝗴𝗮

Syaikh Abdullah lahir dan dibesarkan di Kota Thaif, sebuah kota yang terletak di kawasan pegunungan sebelah tenggara Makkah. Walaupun lahir di Arab Saudi, beliau berasal dari keluarga perantau Indonesia. Ayah dan ibunya merupakan keturunan asli Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Nama belakang "Dumfu" merupakan bentuk pelafalan bahasa Arab dari nama Dompu, yang hingga kini tetap menjadi identitas keluarga beliau. Nama tersebut menjadi simbol keterikatan dengan tanah leluhurnya di Pulau Sumbawa sekaligus mencerminkan jejak diaspora Indonesia di Timur Tengah.

𝗟𝗮𝘁𝗮𝗿 𝗕𝗲𝗹𝗮𝗸𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻

Seluruh pendidikan tinggi Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Muhammad Hasan Dumfu ditempuh di Kerajaan Arab Saudi.

Beliau meraih gelar Doktor (Ph.D.) dari Universitas Islam Imam Muhammad bin Su'ud Al-Islamiyah (Imam Muhammad ibn Saud Islamic University/IMSIU), Riyadh, salah satu universitas Islam paling bergengsi di dunia yang dikenal sebagai pusat pengembangan ilmu syariah, hadis, akidah, dan bahasa Arab.

Melalui perjalanan akademik yang panjang, beliau kemudian mencapai jenjang Profesor (Ustadz/أستاذ) pada Departemen Studi Islam, Fakultas Sastra dan Humaniora, Universitas Thaibah, Madinah. Dalam sistem pendidikan tinggi Arab Saudi, jabatan profesor merupakan jenjang akademik tertinggi yang diperoleh melalui proses penilaian ketat berdasarkan publikasi ilmiah, penelitian, pengabdian akademik, serta pengalaman mengajar.

𝗣𝗲𝗿𝗷𝗮𝗹𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗿𝗶𝗲𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗢𝗿𝗴𝗮𝗻𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶

Sebagian besar perjalanan akademik beliau berlangsung di Universitas Thaibah (Taibah University), Madinah, salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Kerajaan Arab Saudi.

Dalam perjalanan kariernya, beliau dipercaya mengemban berbagai jabatan strategis, antara lain sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah, Dekan Pascasarjana, serta Dekan Fakultas Sastra dan Humaniora (Adab wa Ulum Insaniyah) Universitas Thaibah pada periode 1434–1437 Hijriah.

Selain menjalankan tugas sebagai profesor, beliau juga aktif sebagai anggota berbagai dewan ilmiah universitas, pembimbing mahasiswa program magister dan doktor, serta penguji tesis dan disertasi di sejumlah perguruan tinggi di Arab Saudi.

Kepercayaan tersebut menunjukkan pengakuan terhadap kapasitas akademik dan integritas beliau dalam mengembangkan pendidikan tinggi Islam.

𝗞𝗼𝗻𝘁𝗿𝗶𝗯𝘂𝘀𝗶 𝘁𝗲𝗿𝗵𝗮𝗱𝗮𝗽 𝗠𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁

Kontribusi terbesar Syaikh Prof. Dr. Abdullah Dumfu berada pada bidang pendidikan tinggi dan pengembangan ilmu keislaman.

Selama bertahun-tahun beliau mengabdikan diri untuk mendidik mahasiswa, membimbing penelitian, mengembangkan kurikulum, serta meningkatkan mutu pendidikan Islam di lingkungan Universitas Thaibah. Banyak mahasiswa yang pernah dibimbingnya kemudian berkiprah sebagai dosen, peneliti, hakim, pendidik, maupun ulama di berbagai negara.

Bagi masyarakat Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Barat, kiprah beliau menjadi bukti bahwa putra keturunan Indonesia mampu memberikan kontribusi nyata di tingkat internasional melalui jalur pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan.

𝗣𝗲𝗺𝗶𝗸𝗶𝗿𝗮𝗻 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝗚𝗮𝗴𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗧𝗼𝗸𝗼𝗵

Syaikh Abdullah dikenal sebagai sosok yang sederhana, rendah hati, dan lebih memilih mengabdikan hidupnya di ruang kuliah daripada mengejar popularitas.

Pendekatan akademiknya menekankan pentingnya ketelitian dalam penelitian, penguasaan sumber-sumber klasik Islam, serta kesinambungan tradisi keilmuan. Bagi beliau, pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan pembentukan karakter ilmuwan yang menjunjung integritas, objektivitas, dan tanggung jawab terhadap masyarakat.

𝗞𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗜𝗹𝗺𝗶𝗮𝗵

Sebagai profesor di bidang studi Islam dan hadis, beliau dikenal produktif menghasilkan karya ilmiah yang diterbitkan oleh penerbit-penerbit akademik di Timur Tengah. Di antaranya:

• Marwiyyāt al-Imām al-Zuhrī al-Mu‘allah fī Kitāb al-‘Ilal li al-Dāraquṭnī.

• Ibrāhīm bin Muḥammad bin Sufyān: Riwāyatuhu wa Ziyādātuhu wa Ta‘līqātuhu ‘alā Ṣaḥīḥ Muslim.

• Ibnu Abī al-Dunyā wa Muṣannafātuhu al-Maṭbū‘ah: ‘Arḍ wa Naqd.

Karya-karya tersebut memperlihatkan konsistensi beliau dalam bidang ilmu hadis, biografi ulama, kritik naskah, dan studi keislaman.

𝗣𝗿𝗲𝘀𝘁𝗮𝘀𝗶 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝗿𝗴𝗮𝗮𝗻

Beberapa capaian penting yang terdokumentasi dalam sumber-sumber publik antara lain:

• Profesor Departemen Studi Islam, Fakultas Sastra dan Humaniora Universitas Thaibah.

• Doktor lulusan Universitas Islam Imam Muhammad bin Su'ud Al-Islamiyah, Riyadh.

• Dekan Fakultas Tarbiyah Universitas Thaibah.

• Dekan Pascasarjana Universitas Thaibah.

• Dekan Fakultas Sastra dan Humaniora Universitas Thaibah.

• Anggota berbagai dewan ilmiah universitas.

• Pembimbing dan penguji tesis maupun disertasi program magister dan doktor.

• Penulis sejumlah buku dan karya ilmiah di bidang hadis dan studi Islam.

𝗣𝗲𝗻𝘂𝘁𝘂𝗽 𝗜𝗻𝘀𝗽𝗶𝗿𝗮𝘁𝗶𝗳

Perjalanan hidup Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Muhammad Hasan Dumfu menunjukkan bahwa dedikasi terhadap ilmu pengetahuan dapat melampaui batas negara, budaya, maupun asal-usul.

Sebagai putra keturunan Dompu yang lahir dan berkiprah di Tanah Suci, beliau membuktikan bahwa ketekunan menuntut ilmu, integritas akademik, dan pengabdian dalam dunia pendidikan mampu menghadirkan manfaat yang luas bagi umat.

Kiprahnya menjadi inspirasi bahwa membangun peradaban tidak selalu dilakukan dari panggung yang ramai, tetapi juga melalui ruang kuliah, perpustakaan, penelitian, dan proses panjang mendidik generasi penerus dengan ilmu yang bermanfaat.

𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝘂𝗹𝗶𝘀

Tulisan ini disusun berdasarkan sumber-sumber publik yang dapat ditelusuri, meliputi pemberitaan media, publikasi universitas, dokumentasi akademik, katalog karya ilmiah, serta sumber terbuka lainnya yang relevan. Penulisan difokuskan pada rekam jejak, karya, dan aktivitas publik yang terdokumentasi. Informasi yang belum ditemukan dalam sumber yang memadai atau belum dapat diverifikasi secara independen tidak diuraikan lebih lanjut demi menjaga akurasi.

Foto yang digunakan dalam publikasi ini merupakan hasil penyuntingan digital berbasis foto tokoh yang telah tersedia di ruang publik dan digunakan untuk kepentingan ilustrasi profil.

Profil ini merupakan bagian dari upaya Desa Smart untuk mendokumentasikan tokoh-tokoh yang memiliki kontribusi, gagasan, karya, maupun peran dalam kehidupan sosial, budaya, pendidikan, pemerintahan, ekonomi, dan pembangunan masyarakat.

Sabtu, 27 Juni 2026

Bagaimana kira-kira kepatuhanmu terhadap apa yang diminta darimu? Dan bagaimana pula kebahagiaanmu saat melihat wajahnya?


"Bayangkan sejak kamu lahir, ada seseorang yang selalu mengirimkan uang kepadamu, menanggung makanan, minuman, pakaian, pendidikan, dan semua kebutuhanmu. Setelah sekian tahun berlalu dalam hidupmu, dikatakan kepadamu: 'Jika kamu mengenakan (pakaian) ini dan meninggalkan hal itu, kamu akan melihat orang yang baik dan mulia ini besok.' Bagaimana kira-kira kepatuhanmu terhadap apa yang diminta darimu? Dan bagaimana pula kebahagiaanmu saat melihat wajahnya?
Jika ini saja berlaku untuk seorang manusia yang darinya kamu mendapatkan sebagian kebaikan, lalu bagaimana dengan (Allah) yang telah menciptakanmu, mengasuhmu dengan nikmat-nikmat-Nya, yang setiap kebaikan yang kamu rasakan berasal dari-Nya, dan setiap keburukan yang kamu hindari dialah yang menjagamu darinya, serta memberikan kepadamu segala hal yang kamu minta? Bagaimana kiranya kebahagiaanmu saat melihat wajah-Nya? Demi Allah, tidak ada kenikmatan yang menandinginya, dan tidak ada kelezatan yang menyerupai indahnya melihat wajah-Nya. Dan tidak ada satu pun pemberian yang pernah diberikan kepadamu yang lebih kamu cintai daripada memandang wajah-Nya yang Mulia.
Ketahuilah—semoga Allah menjagamu—bahwa tidak ada jarak antara dirimu dan kenikmatan tersebut melainkan kamu harus menjadi seorang yang bertauhid, menjauhkan diri dari bid'ah, melaksanakan kewajiban-kewajiban dan memperbanyak amalan-amalan sunah semampumu, meninggalkan hal-hal yang haram dan bersungguh-sungguh dalam meninggalkan hal-hal yang makruh, serta senantiasa bersabar dan bersyukur."
تخيل أنك منذ ولادتك وهناك إنسان يرسل لك مالا ، ويتكفل بأكلك وشربك ولباسك ودراستك وجميع ماتحتاج إليه ، وبعد ماقطعت سنين من عمرك ، قيل لك إن لبست كذا وتركت كذا سترى هذا الإنسان المحسن الكريم غدا ، كيف سيكون التزامك بما طُلب منك ، وكيف تكون فرحتك عند رؤية وجهه .
إذا كان هذا في إنسان نالك منه بعض الإحسان ، فكيف بمن خلقك ، ورباك بنعمه ، وكل خير أنت فيه منه ، وكل شر حُفظت منه هو الذي حفظك ، وأعطاك من كل ماسألته كيف سيكون فرحك عند رؤية وجهه ، والله لانعيم يقاربه ، ولالذة تماثل رؤية وجهه ، وما أعطيت شيئا قط أحب إليك من النظر إلى وجهه الكريم .
واعلم رعاك الله أنه ليس بينك وبين ذلك النعيم إلا أن تكون موحدا ، بعيدا عن البدع، فاعلا الواجبات ومكثرا من المستحبات ما استطعت ، وتاركا للمحرمات ومجتهدا في ترك المكروهات ، صابرا شاكرا

https://x.com/i/status/2070785533274435677

Syaikh Dr. Ibrahim bin 'Amir ar-RuhailiPokok-pokok dan Keistimewaan Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam

الأصل الثالث عشر : من أصول ومزايا منهج أهل السنة والجماعة في التَّلَقِّي والاستدلال| من  كتاب أصـــــول وقواعد منهج التلقي والاستدلال عند أهل السنة والجماعة  للشيخ أبي الحسن مصطفى بن إسماعيل السليماني المأربي – حفظه الله
لمتابعة كل حسابات الشيخ واخر الأعمال كل القنوات هنا
https://linktr.ee/allmarebe
Kaidah penting!
----

Kutipan-kutipan Sulaimaniyyah
Syaikh Dr. Ibrahim bin 'Amir ar-Ruhaili
Pokok-pokok dan Keistimewaan Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam Menerima Ilmu dan Berdalil
Prinsip ke-13:
Di antara pokok dan keistimewaan manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam menerima ilmu dan berdalil.
Loyalitas (al-walā') dan berlepas diri (al-barā') menurut Ahlus Sunnah dibangun di atas prinsip-prinsip yang tetap, kaidah-kaidah yang telah disepakati, serta ukuran syariat. Tanpa sikap berlebihan dan tanpa meremehkan. Mereka tidak menjadikan al-walā' dan al-barā' berdasarkan persoalan-persoalan ijtihadiyyah—yang bentuknya sangat banyak. Inilah manhaj Ahlul Haq wal Hudā, bukan manhaj orang-orang yang menyimpang dan mengikuti hawa nafsu.
Sumber:
Kitab Ushūl wa Qawā'id Manhaj at-Talaqqī wal-Istidlāl 'inda Ahlis Sunnah wal-Jamā'ah, hlm. 190.
Ust noor akhmad setiawan