Video ini berisi pesan dari Syekh Saleh Al-Suhaimi mengenai sikap bijak dalam menghadapi perselisihan (khilafiyah). Berikut adalah ringkasan pesan beliau yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia:
1. Jangan Membawa Perselisihan Luar ke Negeri Sendiri
- Beliau mengingatkan bahwa terkadang muncul perselisihan di wilayah tertentu, lalu ada orang yang membawanya masuk ke negeri mereka sendiri padahal negeri tersebut sedang tenang [00:03].
- Hal ini dapat menyebabkan permusuhan di antara sesama muslim karena masalah yang sebenarnya tidak terkait langsung dengan mereka [00:17].
2. Sikap Terhadap Pembawa Berita yang Memecah Belah
- Jika ada orang yang datang hanya untuk mencela, menyesatkan (tafsiq), atau membid'ahkan (tabdi') orang lain, maka hendaknya ditolak dengan sopan [01:04].
- Katakan kepada mereka: "Jika Anda ingin mengajarkan 'Qalallah wa Qalarasul' (Al-Qur'an dan Hadis), kami terima dengan senang hati. Namun jika ingin menyeret kami ke dalam perselisihan, kembalilah dari mana Anda datang" [01:16].
3. Fokus pada Hal yang Dibutuhkan Masyarakat
- Beliau memberikan contoh tentang seorang dai yang berceramah di depan masyarakat pedalaman yang masih polos (fitrah) [02:39].
- Masyarakat tersebut belum mengenal istilah-istilah teologis yang rumit (seperti Asy'ariyah, Muktazilah, atau Jahmiyah) dan lebih membutuhkan bimbingan dasar seperti tata cara wudhu, bersuci, dan tauhid yang benar [02:50].
- Membahas bantahan-bantahan teologis yang rumit kepada orang awam yang tidak mengenalnya justru merupakan bentuk "kebisingan" atau gangguan (tasywish), bukan perlindungan (tahshin) [03:02].
Kesimpulan:
Syekh menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam berdakwah. Fokuslah pada apa yang dibutuhkan umat dan jangan menyebarkan kegaduhan atau perpecahan dengan membawa-bawa perselisihan yang tidak perlu ke tengah masyarakat yang sedang damai.
Video lengkapnya dapat Anda lihat di sini: https://youtu.be/qTT91LfJRyI