Selasa, 07 April 2026

apa makna lalai dalam sholat

Pelajaran berharga dari seorang syaikh untuk para suami.

Pelajaran berharga dari seorang syaikh untuk para suami.

"Terkadang wanita itu memukul dirimu dengan lisannya (dengan berkata yang tidak baik kepada suami),akan tetapi dia tidak akan memukulmu dengan hatinya, karena hatinya akan selalu mencintaimu.

Maafkan dia jika lisan dan pikirannya terkadang bengkok, karena begitulah yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:
فَإِنَّ المَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلاَهُ

"Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah bagian yang paling atas" (HR. Bukhari Muslim)

Dan yang paling atas dari seorang wanita adalah pikiran dan lisannya, maka maklumi saja jika terkadang lisannya sedang bengkok.

Jika engkau berharap agar wanita itu lurus dan tidak bengkok, maka dia tidak akan butuh padamu. Kecantikan seorang wanita adalah dengan sifat fitrahnya yang bengkok, kalau dia lurus maka dia tidak akan mau menikah denganmu karena dia tidak butuh padamu.

(Disadur dari kajian seorang syaikh di salah satu program acara TV)

~ Ust. Abdurrahman Al-Amiry
[Kajian Al-Amiry]

#copas

Malik bin Dinar

Berkata Malik bin Dinar," Aku memulai hidupku sebagai orang yang tersesat, pemabuk, dan suka bermaksiat. Aku menzalimi orang lain, memakan hak orang, memakan riba, menyakiti orang, dan melakukan berbagai kezaliman. Tidak ada maksiat kecuali aku pernah melakukannya. Aku sangat durhaka sampai orang-orang menjauhiku karena kemaksiatanku.

Suatu hari aku ingin menikah dan memiliki seorang anak perempuan. Maka aku menikah dan dikaruniai seorang anak perempuan yang aku beri nama Fatimah. Aku sangat mencintainya. Setiap kali Fatimah bertambah besar, iman di hatiku ikut bertambah dan maksiatku mulai berkurang.
Terkadang ketika Fatimah melihatku memegang gelas khamr, ia mendekat lalu menyingkirkannya, padahal usianya belum genap dua tahun. Seolah-olah Allah menjadikannya melakukan itu.
Semakin besar Fatimah, semakin bertambah imanku dan semakin aku mendekat kepada Allah, semakin aku menjauh dari maksiat. Hingga ketika Fatimah berusia 3 tahun, ia meninggal dunia. Aku pun kembali menjadi lebih buruk dari sebelumnya, karena aku tidak memiliki kesabaran seperti orang beriman dalam menghadapi musibah. Aku kembali kepada maksiat dan setan mempermainkanku.

Suatu hari setan membisikkan,
“Hari ini kamu harus mabuk seberat-beratnya, seperti belum pernah kamu mabuk sebelumnya.”
Maka aku minum khamr sepanjang malam sampai tertidur. Lalu aku bermimpi melihat hari kiamat: matahari menjadi gelap, lautan menjadi api, bumi berguncang, dan manusia dikumpulkan berkelompok-kelompok. Aku berada di antara mereka dan mendengar panggilan, “Wahai fulan bin fulan, kemarilah untuk dihisab di hadapan Allah Yang Maha Perkasa.”

Aku melihat orang-orang yang dipanggil wajahnya menjadi hitam karena ketakutan. Lalu aku mendengar namaku dipanggil. Semua manusia menghilang seakan aku sendirian di padang mahsyar. Tiba-tiba aku melihat seekor ular yang sangat besar dan ganas mengejarku dengan mulut terbuka.
Aku lari ketakutan lalu bertemu seorang lelaki tua yang sangat lemah.
Aku berkata: “Tolong selamatkan aku dari ular ini!”
Ia berkata, “Aku lemah, aku tidak mampu. Tapi larilah ke arah sana, semoga kamu selamat.”
Aku berlari ke arah yang ditunjukkan, tetapi aku melihat api neraka di depanku. Aku kembali berlari karena ular hampir menangkapku. Aku kembali kepada lelaki tua itu dan memohon pertolongan. Ia menangis karena kasihan kepadaku dan berkata,"Aku lemah, aku tidak bisa menolongmu. Tapi larilah ke arah gunung itu, semoga kamu selamat.”

Aku berlari ke arah gunung dan ular hampir menangkapku. Di atas gunung aku melihat anak-anak kecil. Mereka semua berteriak," Wahai Fatimah! Tolong ayahmu! Tolong ayahmu!” Aku pun tahu bahwa itu adalah putriku. Ia datang, memegang tangan kananku dan mengusir ular itu dengan tangan kirinya. Aku hampir mati karena ketakutan. Lalu ia duduk di pangkuanku seperti ketika di dunia dan membaca ayat
ألم يأن للذين آمنوا أن تخشع 
قلوبهم لذكر الله؟؟

Blm datangkah waktunya bagi orang-orang beriman untuk khusyuk mengingat Allah?” 
(QS. Al-Hadid: 16)

Aku bertanya," Wahai anakku, apa ular itu?”
Ia menjawab, “Itu adalah amal burukmu. Kamu yang membesarkannya hingga hampir memakanmu. Tidakkah engkau tahu bahwa amal di dunia akan datang dalam bentuk nyata pada hari kiamat?”
Aku bertanya, “Lalu siapa lelaki tua yang lemah itu?”
Ia menjawab, “Itu adalah amal baikmu. Kamu melemahkannya sehingga ia tidak mampu menolongmu. Kalau bukan karena engkau memiliki aku dan aku meninggal saat kecil, maka tidak ada yang bisa menolongmu.”
Aku pun terbangun sambil berteriak:
“Sudah waktunya wahai Tuhanku… sudah waktunya wahai Tuhanku…”
Aku mandi lalu pergi shalat Subuh untuk bertaubat kepada Allah. Ketika masuk masjid, imam sedang membaca ayat yang sama," Belumkah datang waktunya bagi orang-orang beriman untuk khusyuk mengingat Allah?”

Itulah Malik bin Dinar, seorang ulama besar dari kalangan tabi’in. Diriwayatkan Ia sering berdiri di pintu masjid dan menyeru, “Wahai hamba yang bermaksiat, kembalilah kepada Tuhanmu.
Wahai hamba yang lalai, kembalilah kepada Tuhanmu.
Wahai hamba yang lari dari Tuhan, kembalilah kepada Tuhanmu.
Tuhanmu memanggilmu siang dan malam…”

#Copas
ash

Kabar gembira untuk para penuntut ilmu✨️

Kabar gembira untuk para penuntut ilmu✨️

Website "Study in Saudi" telah resmi merilis timeline pendaftaran untuk berkuliah di Arab Saudi.

*1️⃣Pemilihan dan pendaftaran kampus* ➡️15 April-15 Mei 2026
*2️⃣Pengumuman Qabul Mabdai (Penerimaan tahap awal) dan verifikasi peminatan* ➡️16 Mei-18 Juni 2026
*3️⃣Pengumuman Hasil Akhir penerimaan* ➡️18 Juni-30 Juni 2026.

Mari bersegera untuk mempersiapkan berkas pendaftaran dan jangan sampai terlambat. 

Info lebih lengkap dan website pendaftaran: studyinsaudi.moe.gov.sa

Semoga tahun ini menjadi giliranmu untuk memulai perjalanan menuntut ilmu di Negeri dua kota suci ✨️

Barakallahu fiikum

Pesan Ustadz Nidlol untuk Kami

Pesan Ustadz Nidlol untuk Kami

Alhamdulillaah bini’matihi tatimmushalihat, di hari Sabtu (4/4) ba’da subuh kemarin, kami dapat bertemu dengan Ustadz KH. Nidlol Masyhud, Lc., Dpl. selaku Pemangku Pondok Pesantren Maskumambang Gresik dan juga sebagai Direktur Utama dari Majelis Aqidah IHKAM.

Selepas dari kajian ba’da shubuh, kami duduk melingkar bersama beliau. Melalui momentum tersebut, kami banyak sekali berdiskusi serta beristifadah dari pengalaman serta ilmu yang dimiliki beliau.

Lalu setelah beliau menceritakan perjalanan dakwah beliau. Dan setelah kisah tersebut disampaikan, kami pun sedikit bertanya kepada beliau pertanyaan-pertanyaan seputar komunitas yang akan kami adakan. Setidaknya ada dua perkara yang kami tanyakan ke beliau. Pertama, bagaimana caranya untuk membangun kredibilitas komunitas diskusi aqidah didalam masyarakat awam. Lalu yang kedua adalah apa fondasi serta catatan yang harus kami terapkan selama berjalannya komunitas ini nantinya.

Maka kemudian beliau memberikan pandangannya,

Bahwa dalam membangun sebuah komunitas, ada dua jenis pembahasan diskusi aqidah/pemikiran yang dapat digunakan. 
1. Pembahasan terhadap pemikiran yang cukup familiar dengan lingkungan. contohanya dengan lingkungan UIN, maka pembahasannya dapat digunakan seputar Liberalisme, Sekulerisme, Feminisme dan seterusnya.
2. Pembahasan mendalam terhadap satu fann ilmu/topik. Dan dalam diskursus ini, kita dapat menggunakan satu kitab rujukan yang kemudian kita telaah secara mendalam didalamnya.

Meskipun begitu, kita juga tetap harus menyesuaikan kitab yang akan kita bawakaan dengan kapasitas dan kemampuan yang audiens miliki. Beliau memberikan contoh seperti kitab Al Wasithiyyah dari Sy. Ibn Taimiyyah dapat digunakan sebagai kitab pembuka karena isinya lebih banyak soal faidah terhadap ilmu aqidah dibandingkan bantahan. Beliau jg menyarankan pembahasan terkait kitab at-Tadmurriyah pasca kitab-kitab mudah sudah dituntaskan terlebih dahulu.

Melalui dua metode tadi, maka sebuah akar dari komunitas diskusi akhirnya mulai terbentuk dan dapat mensolidkan dari kegiatan komunitas tersebut.

Kemudian, beliau menjelaskan bahwa dalam menjalankan dua metode tersebut, setiap pembahasan yang kita lakukan juga harus di laksanakan secara istiqomah dan tuntas. Ketuntasan sebuah pembahasan merupakan hal yang paling penting dalam diskusi-diskusi. Saat menuntaskan suatu topik, kita juga dianjurkan untuk menggunakan dua jenis tipe mentelaah topik.
1. Topik yang sudah ditentukan bersama dapat dibahas bersama seluruh anggota menggunakan satu kitab induk yang wajib dibaca oleh seluruh anggota. Dengan ini kita bisa saling berdiskusi dan kemudian mentelaah lebih jauh secara fokus dan terperinci.
2. Atau bisa juga setiap anggota dari komunitas diberikan kitab yang berbeda-beda, namun diminta untuk mencari topik yang sama agar dapat memperkaya literatur sekaligus menguatkan argumentasi dari perspektif ulama lainnya. Contoh yang dapat digunakan adalah, kitab-kitab yang sifatnya besar dan menggunakan bahasa yang sulit, dapat diamanahkan ke 2-3 orang. Sedangkan kitab kitab yang kecil, dapat ditelaah sendirian saja.

Maka selelah semua diskusi-diskusi tersebut telah berhasil dijalankan dan menjadi sebuah pertemuan yang utuh. Maka kunci pembahasan tersebut menjadi suatu karya, bisa menjadi sebuah artikel tulisan ataupun sebuah kajian yang kemudian dapat disajikan bersama audiens dari umum.

Beliau juga kemudian menyarankan, selama berjalannya komunitas ini, para peserta dari komunitas tersebut diharapkan untuk memperbanyak bacaan dibandingkan mengikuti kajian. Mengikuti kajian penting, tapi membaca kitab-kitab juga harus lebih utama sebagai penambah literatur dan pemahaman. Beberapa kitab yang beliau sarankan untuk dibaca di saat ini adalah “Maraqil Wa’yi” karya Dr. Shalih as Sindi dan juga buku “Tameng Iman” terjemahan oleh AQWAM dari kitab “Sābighat” karya Ahmad Yusuf as Sayyid.

Oleh karena itu, dengan disampaikannya pesan serta saran seputae komunitas aqidah kami oleh Ustadzuna. Insyaallah kami berharap komunitas yang nantinya akan kami dirikan ini dapat menjadi sebuah komunitas yang terstruktur, produktif dan kaya akan literatur di setiap pembahasannya.
�Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Ustadz Nidlol🤲

Catatan Syauqi Mubarok
mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Senin, 06 April 2026

Banyaknya dosa disertai dengan baiknya tauhid hal itu lebih baik dari pada sedikitnya dosa namun disertai tauhid yang rusak"

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah
" Banyaknya dosa disertai dengan baiknya tauhid hal itu lebih baik dari pada sedikitnya dosa namun disertai tauhid yang rusak"
ust nurcholis bin aminudin

Benarkah poligami lebih utama dibanding monogami.

Benarkah poligami  lebih utama dibanding monogami.

Banyak orang terutama kaum pria, mungkin berharap jawabannya: poligami lebih utama dibanding monogami.

Namun sebaliknya kaum ibu ibu mungkin berharap agar jawabannya monogami lebih utama dibanding poligami.

Tenang bapak bapak dan ibu ibu, harapan anda semua anda yang mengakomodirnya.

Namun demikian, mayoritas ulama' menyatakan bahwa monogami lebih utama dibanding poligami, dengan berbagai pertimbangan dan dalil.

Lo lo lo kok gitu sih... ndak terima, mampu beranak banyak, mengatur, mencukupi orang banyak kok malah kalah skor?

Ya, demikianlah hasil kajian  fiqih tentang masalah ini .....kajian ilmiah tidak harus sesuai yang viral atau selera anda, monggo disimak : https://islamqa.info/ar/answers/228346/%D9%87%D9%84-%D8%A7%D9%84%D8%A7%D9%81%D8%B6%D9%84-%D8%A7%D9%84%D8%AA%D8%B9%D8%AF%D8%AF-%D8%A7%D9%85-%D8%A7%D9%84%D8%A7%D9%82%D8%AA%D8%B5%D8%A7%D8%B1-%D8%B9%D9%84%D9%89-%D8%B2%D9%88%D8%AC%D8%A9-%D9%88%D8%A7%D8%AD%D8%AF%D8%A9

Nah, inilah salah satu alasan mengapa anda harus belajar lagi, monggo segera mendaftar di sini: https://pmb.stdiis.ac.id/

https://www.facebook.com/share/1CWdQ6CfRB/
Ustadz Dr muhammad arifin badri Ma