Kamis, 28 Mei 2026

apakah Abu al-Hasan al-Asy'ari kembali ke manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah:

apakah Abu al-Hasan al-Asy'ari kembali ke manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah:

  • Pendahuluan dan Kesepakatan Awal: Pembahasan mengenai fase pemikiran Abu al-Hasan al-Asy'ari adalah topik yang panjang dan banyak diperdebatkan. Namun, ada satu hal yang telah disepakati oleh para ulama, yaitu bahwa beliau pada awalnya menganut mazhab Mu'tazilah, kemudian keluar darinya dan mengikuti pemikiran Ibnu Kullab [00:00].
  • Perdebatan Fase Berikutnya: Pertanyaan utamanya adalah apa yang terjadi setelah fase Kullabiyah tersebut? Apakah beliau meninggalkan pemikiran Ibnu Kullab dan sepenuhnya beralih ke manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah, ataukah beliau tetap berada di fase tersebut? [01:09]
    • ​Sebagian ulama, seperti Ibnu Katsir dan banyak ulama kontemporer, berpendapat bahwa beliau melewati tiga fase perkembangan akidah [01:44].
    • ​Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa setelah keluar dari Mu'tazilah, beliau menempuh jalan Ibnu Kullab. Meskipun beliau mencintai jalan salaf dan menyatakan mengikuti Imam Ahmad bin Hanbal, beliau dinilai belum sepenuhnya terlepas dari pemikiran Kullabiyah [01:56].
  • Analisis Kitab-Kitab Beliau: Jika kita meneliti karya-karyanya, isi kitab-kitab tersebut tidak berada dalam satu tingkatan yang sama [02:39].
    • ​Kitab Al-Luma' secara jelas menunjukkan metode ilmu kalam (Kullabiyah) [03:04].
    • ​Namun, kitab Al-Ibanah menunjukkan perubahan yang besar. Pemikiran beliau membaik dan menjadi jauh lebih dekat dengan sunnah, terutama setelah beliau tinggal di Baghdad dan berinteraksi dengan ulama mazhab Hambali [03:23]. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah juga menyebutkan bahwa kitab Al-Ibanah ditulis ketika pemahaman beliau terhadap sunnah semakin meningkat [03:50].
  • Kesimpulan Akhir: Pendapat yang paling adil dan tepat (tahqiq) berada di tengah-tengah [02:39]:
    • ​Mengatakan bahwa beliau tetap menjadi seorang Kullabi murni setelah keluar dari Mu'tazilah adalah pendapat yang kurang tepat [05:14].
    • ​Di sisi lain, mengatakan bahwa beliau telah kembali secara total dan menganggap kitab Al-Ibanah sepenuhnya mencerminkan mazhab salaf yang murni juga kurang akurat [05:24].
    • ​Penilaian yang tepat adalah beliau telah mengalami perbaikan yang sangat besar dan mendekat kepada Ahlussunnah, namun masih menyisakan beberapa prinsip (usul) dari pemikiran Ibnu Kullab, terutama yang berkaitan dengan sifat-sifat fi'liyah Allah (seperti kedatangan-Nya, turun-Nya Allah, dan kalam-Nya) yang pembahasannya dalam kitab Al-Ibanah masih bersifat global (ijmal) [04:21].
    • https://youtu.be/WVj2fKcYAsg?si=NBla_D7kNsabrWyJ

kuburan syaikhul islam

Shaykh Muhammad Ishaq Kundu

Dapat khabar duka bahawa pada dua hari lepas, ketika berlangsungnya Hari Arafah yang agung, ketika umat Islam sedang kembali menghadap Tuhan mereka dan mengangkat tangan penuh pengharapan kepada-Nya, seorang ulama salafi dari Burkina Faso; Shaykh Muhammad Ishaq Kundu telah ditangkap dan dibawa lari dari rumahnya. 

Tak pasti siapa yang tangkap beliau, sama ada pihak kerajaan Burkina Faso ataupun pihak yang memusuhi dakwah tauhid. 

Mari kita sama-sama panjatkan doa ke hadrat Allah yang Maha Berkuasa agar memelihara beliau dan melepaskan beliau. 

Shaykh Muhammad Ishaq Kundu ada mengarang beberapa kitab yang sangat bermanfaat, antaranya:

1.     Manhaj al-Ḥāfiẓ ibn Ḥajar al-ʿAsqalānī fī al-ʿAqīdah min Khilāl Kitābihi: Fatḥ al-Bārī (Manhaj Akidah al-Ḥāfiẓ ibn Ḥajar al-ʿAsqalānī Berdasarkan Kitab Fatḥ al-Bārī)

2.     al-Tasbīḥ fī al-Kitāb wa al-Sunnah wa al-Radd ʿalā al-Mafāhīm al-Khāṭiʾah fīh (Tasbih Menurut al-Qurʾān dan al-Sunnah serta Jawapan terhadap Kefahaman yang Salah Tentangnya), kitab ini telah diberi kata pengantar oleh Shaykh Abd al-Razzaq al-Badr.
Ust abdullah izzat

Untuk Para Pencari Dunia

Untuk Para Pencari Dunia

Bisyr bin al-Haarits al-Mirwazi رحمه اللّه berkata :
Katakan kepada yang mencari dunia, "Bersiaplah Untuk Terhina." (Hilyatu al-Aulia, 8/352)
ustadz noviyardi amarulah tarmizi

Asal-Usul Penamaan Hari Tasyriq

Asal-Usul Penamaan Hari Tasyriq

Syaikh Dr. Shalih Fauzan al-Fauzan hafizhahullah pernah ditanya:

لماذا سميت أيام التشريق بهذا الاسم؟

“Mengapa hari-hari Tasyriq dinamakan dengan nama tersebut?”

Maka beliau menjawab:

ما هو لازم نعرف كل شيء، أيام التشريق لماذا سميت. لكن قالوا: سميت أيام التشريق لأنهم كانوا يشرقون فيها لحوم الهدي، ينشرونها في الشمس، ينشرونها في الشمس، فتسمى أيام التشريق لأنها تشرق فيها اللحوم في الشمس

“Sebenarnya kita tidak harus mengetahui segala sesuatu, seperti mengapa hari-hari Tasyriq dinamakan demikian. 

Namun para ulama mengatakan: hari-hari itu dinamakan hari Tasyriq karena dahulu mereka menjemur daging hewan kurban pada hari-hari tersebut, yaitu mereka membentangkannya di bawah sinar matahari. Maka dinamakan hari-hari Tasyriq karena daging-daging itu dijemur di bawah matahari.“

Sumber: https://youtu.be/aGVZ-d8Y04w?si=FQc9S15vBKhA10q7

*Kata يُشَرِّقُونَ berasal dari شَرَّقَ – يُشَرِّقُ – تَشْرِيقًا

yang maknanya di sini adalah:

“menjemur di bawah sinar matahari” atau “menghadapkan sesuatu kepada matahari”
Ustadz muadz mukhadasin

ORANG JUJUR YANG KUTEMUI

ORANG JUJUR YANG KUTEMUI

Di Mina saya mendengar sendiri ada kuli bangunan naik haji. Beliau menangis ketika menyebutkan pekerjaannya. Bukan karena merasa hina, tapi tidak menyangka bahwa Allah telah memilihnya untuk menjadi tamu-Nya. Si Bapak bercerita ia tidak mempunyai amalan istimewa, hanya saja ia berusaha jujur dalam bekerja. Sesederhana itu. Ya, sesederhana itu. Ternyata siapa yang jujur amalannya, maka Allah akan membukakan pintu keajaiban baginya.

Istri bapak itu juga bekerja. Ketika si bapak menyebut istrinya bekerja, yang muncul dalam benak saya mungkin pekerjaannya berjualan, atau mengajar, atau yang lainnya. Ternyata pekerjaannya di luar prediksi saya. Apa pekerjaannya? Pekerjaan istrinya menyabit rumput untuk memberi makan ternak. Jenis pekerjaan yang jika disebutkan kepada kaum hawa di zaman ini, mungkin mereka berkata jenis pekerjaan yang tidak meratukan istri. Pekerjaan "aneh" yang jauh dari hiruk pikuk dunia. Tidak seperti kita, yang sedikit-sedikit merasa harus memberitahu dunia kita sedang apa. Hidup macam apa itu kawan!

Allah juga mempertemukan saya dengan seorang bapak tua yang dulunya kepala cabang suatu perusahaan. Beliau mengundurkan diri dari pekerjaannya karena tidak mau diajak korupsi. Tiga hari menjelang batas pelunasan biaya haji ia tidak mempunyai uang sepersenpun. Beliau menangis memikirkannya dan Allah menjawab tangisannya dengan pelunasan haji dari jalan yang tak disangka-sangka. Satu lagi orang jujur yang saya temui. Sungguh, dipertemukan dengan orang-orang jujur di tempat mulia adalah rezeki dari Allah, dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
Ustadz Al mizzi

menurut penelitian poligami bisa memperpanjang umur pria hingga 12%