Kamis, 30 April 2026

Ini kitab keren dan sangat bagus untuk ceramah, Berisi 331 pertanyaan-pertanyaan yang memperkaya wawasan.

Kenapa? 

Ini kitab keren dan sangat bagus untuk ceramah,  Berisi 331 pertanyaan-pertanyaan yang memperkaya wawasan. 

Kenapa Rasulullah memilih gua Hira sebagai tempat tahannus? 
Kenapa Rasulullah tidak pernah adzan? 
Kenapa Nabi Musa diperintahkan belajar kepada Khidr, padahal Nabi Musa Adalah Rasul dan orang paling alim di zamannya? 
Kenapa Rasulullah beristighfar padahal beliau maksum? 

Semua pertanyaan ini, dan ratusan pertanyaan lain terjawab dalam buku langka ini. 

Tebal 248 halaman. Soft Kover. Kream || Dar Bashair Mesir (Asli).
ust ilman yaqin

PEMBERSIHAN POLITIK DI AWAL ERA BANI ABBAS

Rabu, 29 April 2026

**Pembahasan Pertama: Metode Senyuman dan Candaan**



### **Pembahasan Pertama: Metode Senyuman dan Candaan**
Di antara metode yang digunakan Rasulullah ﷺ dalam menangani perselisihan rumah tangga adalah metode senyuman dan candaan. Beliau ﷺ melihat bahwa ada situasi tertentu di mana kemarahan tidak akan berguna, apalagi kekerasan. Oleh karena itu, betapa banyak situasi yang beliau hadapi dengan senyuman yang penuh kasih sayang, atau candaan manis yang mengubah suasana hati sepenuhnya.
Betapa banyak masalah yang tidak memiliki solusi kecuali dengan senyuman atau candaan manis yang memberikan kesan ceria, serta menjauhkannya dari lingkaran keseriusan yang terkadang justru memperburuk masalah dan membuatnya sulit diselesaikan.
Telah banyak disebutkan dalam Sunnah yang suci mengenai contoh-contoh senyuman beliau ﷺ saat terjadi perselisihan. Saya akan membatasi pada satu contoh saja untuk menjelaskan metode ini:
**Diriwayatkan dari Aisyah رضي الله عنها, ia berkata:**
> "Aku bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika engkau singgah di sebuah lembah yang di dalamnya terdapat sebuah pohon yang buahnya telah dimakan, dan engkau menemukan pohon lain yang belum dimakan sedikit pun; di pohon manakah engkau akan menggembalakan untamu?"
> Beliau menjawab: **"Di pohon yang belum dimakan (buahnya)."**
Dalam riwayat Abu Nu'aim ditambahkan: Aisyah berkata: "Maksudnya adalah aku (satu-satunya istri yang dinikahi dalam keadaan gadis)." Yakni bahwa Rasulullah ﷺ tidak menikahi gadis selain dirinya (Aisyah).
**Dalam riwayat lain:**
Aisyah berkata: Rasulullah ﷺ menemuiku pada suatu hari, lalu aku bertanya: "Dari mana saja engkau hari ini?"
Beliau menjawab: **"Wahai Humaira (yang kemerah-merahan pipinya), aku tadi berada di tempat Ummu Salamah."**
Aku berkata: "Apakah engkau tidak merasa kenyang (bosan) dengan Ummu Salamah?"
Maka beliau pun **tersenyum**.
Kemudian aku berkata: "Wahai Rasulullah, kabarkanlah kepadaku; jika engkau singgah di antara dua lereng gunung, yang satu sudah pernah digembalai dan yang lainnya belum pernah digembalai, di manakah engkau akan menggembala?"
Beliau menjawab: **"Di tempat yang belum pernah digembalai."**
Aku berkata: "Maka aku tidaklah seperti istri-istrimu yang lain; setiap istrimu pernah menjadi milik laki-laki lain selain dirimu (pernah menikah sebelumnya)."
Aisyah berkata: **Maka Rasulullah ﷺ pun tersenyum.**
### **Analisis**
Ini adalah pertanyaan wajar yang bersumber dari semangat seorang istri terhadap suaminya dan rasa cemburunya. Namun, terkadang seorang suami melihat pertanyaan ini sebagai campur tangan dalam urusannya. Semangat istri yang berlebihan bisa membuatnya mendebat, membantah, dan bertengkar dengan suaminya, sehingga masalah membesar, keraguan meningkat, dan mosi tidak percaya muncul di antara keduanya. Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan boikot (didiamkan) atau perceraian.
Tidak ada solusi yang lebih baik untuk menghadapi situasi di mana istri melontarkan puluhan pertanyaan saat suami sedang lelah dan penat, selain dengan metode **senyuman manis dan candaan yang ceria.**

Jangan Pisahkan Negara Dengan Agama

*Jangan Pisahkan Negara Dengan Agama*

"Hakekat siyasah (politik) adalah ajaran syariat Islam. Oleh karenanya kita katakan: Islam itu mencakup syariat dan siayasah (politik). Barang siapa yang membedakan antara siyasah dan syariat maka dia tersesat. 
Agama ini adalah politik, politik syar'i, politik sosial, politik dengan non muslim, politik dengan kaum muslimin dll. 

Siapa yang memisahkan agama dari politik maka dia tersesat dan dia antara dua kemungkinan:

Bisa jadi dia adalah orang yang jahil dengan agama sehingga dia mengira agama hanya masalah ibadah saja. 
Atau bisa jadi dia tertipu dengan teori orang kafir dengan kemajuan teknologi mereka, sehingga menilai merekalah yang benar. 

Adapun orang yang mengenal agama Islam dengan sebenar-benarnya maka dia akan faham bahwa Islam itu mencakup syariat dan siyasah".

(Ibnu Utsaimin, Syarah Riyadh Shalihin 3/636-637)
ustadz yusuf abu ubaidah 

Dahulu para salaf saling menghibur diantara mereka seraya mengatakan: Dunia ini hanya beberapa hari saja, adapun tempat tinggal sesungguhnya adalah surga".

*Hiburan Para Salaf*

Ibnul Jauzi berkata:

"Dahulu para salaf saling menghibur diantara mereka seraya mengatakan: Dunia ini hanya beberapa hari saja, adapun tempat tinggal sesungguhnya adalah surga".

(Sifat Shafwah 1/122) 

قال الإمام ابن الجوزي - رحمه الله -:

كان السّلف يتواسون ويقولون: لبعضهم إنّما
هي أيّامٌ قلائل، والمَوعد الجنّة.

صفة الصفوة (١٢٢/١)
Ustadz yusuf abu ubaidah 

Dan golongan Rafidhah (Syiah): Jika mereka memiliki kekuasaan, sesungguhnya mereka akan berloyalitas kepada orang-orang kafir dan menolong mereka, serta memusuhi setiap orang Islam yang tidak sejalan dengan pendapat mereka.

Syaikhul Islam —semoga Allah merahmatinya— berkata:
"Dan golongan Rafidhah (Syiah): Jika mereka memiliki kekuasaan, sesungguhnya mereka akan berloyalitas kepada orang-orang kafir dan menolong mereka, serta memusuhi setiap orang Islam yang tidak sejalan dengan pendapat mereka."
— Kitab Minhajus Sunnah An-Nabawiyyah (Jilid 4, Halaman 537).
Syaikh ali abu haniyeh

apakah Imam An-Nawawi dan Ibnu Katsir adalah penganut paham Asy'ariyah. Berikut adalah ringkasan penjelasan dari Syekh Dr. Usman Al-Khamis:

apakah Imam An-Nawawi dan Ibnu Katsir adalah penganut paham Asy'ariyah. Berikut adalah ringkasan penjelasan dari Syekh Dr. Usman Al-Khamis:

  • Bukan Asy'ariyah Murni: Syekh menjelaskan bahwa menganggap mereka sebagai penganut Asy'ariyah sepenuhnya adalah tidak benar [00:00]. Masalahnya, banyak orang mengira perbedaan antara Asy'ariyah dan Ahli Sunnah hanya terletak pada masalah Nama dan Sifat Allah saja, padahal ada perbedaan di aspek lainnya [00:13].
  • Manhaj Ahli Hadis: Imam An-Nawawi dan Ibnu Katsir adalah ulama hadis yang berada di atas manhaj Ahli Sunnah [00:31].
  • Perbedaan antara Keduanya:
    • Imam An-Nawawi: Beliau memang menyetujui pemahaman Asy'ariyah dalam beberapa bab tentang Sifat-sifat Allah, namun beliau menyelisihi mereka dalam bab-bab lainnya [00:45].
    • Ibnu Katsir: Beliau tidak dikenal menyetujui paham Asy'ariyah dalam hal apa pun [00:40].
  • Kesimpulan Penamaan: Beliau memberikan perumpamaan bahwa seseorang bisa saja memiliki "sifat" tertentu tanpa menjadi bagian dari kelompok tersebut secara keseluruhan [01:05]. Sama seperti seorang Muslim yang berbohong memiliki salah satu ciri orang munafik, namun ia tidak bisa langsung disebut sebagai orang munafik [01:24].
  • ​Oleh karena itu, Imam An-Nawawi mungkin memiliki beberapa pemikiran yang sejalan dengan Asy'ariyah, tetapi tidak tepat jika ia disebut sebagai seorang penganut Asy'ariyah secara mutlak [01:50].

​Video lengkapnya dapat Anda tonton di sini: https://youtu.be/HnqlVnJPuDs