MENYIKAPI KAWAN YANG SELALU MENYAKITI
SOAL: Bagaimana adab dalam bergaul dalam Islam terhadap orang2 yg selalu menyakiti kita dengan kata-katanya, meski org tersebut memiliki banyak kelebihan-kelebihan yang positif, misalnya banyak ilmu, banyak infak, selalu membantu kawan dst.
JAWAB:
Islam mengajarkan agar kita bersikap adil kepada setiap orang. Kebaikan seseorang tidak menghapus kesalahannya, dan kesalahannya juga tidak menghapus seluruh kebaikannya. Seorang mukmin diperintahkan untuk menimbang segala sesuatu dengan neraca syariat, bukan dengan perasaan semata.
Allah Ta’ala berfirman:
وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى
“Janganlah kebencianmu kepada suatu kaum mendorongmu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al-Ma’idah: 😎
Apabila seseorang memiliki banyak kelebihan, ilmu, atau amal, namun lisannya sering menyakiti orang lain, maka kita tetap mengakui kelebihannya, tetapi tidak membenarkan kesalahannya. Allah berfirman:
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
“Jadilah pemaaf, perintahkan yang makruf, dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (QS. Al-A’raf: 199)
Beberapa adab yang diajarkan Islam
1. Bersabar tanpa membalas dengan keburukan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
ليس الشديد بالصرعة، إنما الشديد الذي يملك نفسه عند الغضب
“Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
2. Menjaga lisan.
Jangan sampai ucapan buruk orang lain menyeret kita kepada dosa yang sama. Rasulullah ﷺ bersabda:
المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده
“Seorang muslim adalah yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
3. Memberi nasihat jika memungkinkan.
Jika ia mau menerima nasihat, sampaikan dengan lemah lembut dan pada waktu yang tepat. Bisa jadi ia tidak menyadari bahwa lisannya menyakiti orang lain.
4. Mengurangi interaksi bila mudaratnya lebih besar.
Islam tidak mewajibkan kita terus-menerus berada dalam lingkungan yang menyakiti hati. Jika menjaga jarak lebih membawa maslahat dan menghindarkan fitnah, maka hal itu dibolehkan tanpa memutus hak-hak seorang muslim seperti menjawab salam, mendoakan, dan tidak menzaliminya.
5. Memaafkan, tetapi bukan berarti membiarkan kezaliman.
Memaafkan adalah akhlak yang mulia. Namun apabila keburukan itu terus berulang, kita boleh mengambil sebab untuk melindungi diri tanpa membalas dengan kezaliman.
PERKATAAN ULAMA
Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa kesempurnaan akhlak bukanlah membalas setiap gangguan, tetapi menempatkan setiap sikap pada tempatnya: terkadang memaafkan lebih utama, terkadang berpaling lebih bermanfaat, dan terkadang menasihati lebih maslahat. Semua itu disesuaikan dengan keadaan dan dampaknya.
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah juga menjelaskan bahwa seorang mukmin diperintahkan bersabar terhadap gangguan manusia. Namun bila bergaul dengan seseorang justru merusak agama atau menimbulkan mudarat yang nyata, maka menjauhinya bisa menjadi pilihan yang lebih baik.
Kadang seseorang memiliki ilmu, kedudukan, atau amal yang banyak, tetapi memiliki kekurangan pada akhlaknya. Hal itu tidak mengurangi kewajiban kita untuk menghormati ilmu dan kebaikannya, namun juga tidak mengharuskan kita menerima semua sikapnya.
Imam Adz-Dzahabi rahimahullah sering menyebutkan kelebihan seorang ulama, lalu mengingatkan kekeliruannya. Ini menunjukkan manhaj Ahlus Sunnah: menerima kebenaran, mengakui keutamaan, dan tidak menutup mata dari kesalahan.
KESIMPULAN
Sikap yang paling seimbang adalah:
* Mengakui kelebihan dan jasa orang tersebut.
* Bersabar atas gangguannya sejauh mampu.
* Tidak membalas dengan ucapan yang buruk.
* Menasihatinya dengan cara yang baik jika ada kesempatan.
* Menjaga jarak bila pergaulan dengannya terus membawa mudarat.
* Mendoakan agar Allah memperbaiki dirinya dan juga menjaga hati kita dari kebencian yang melampaui batas.
MALAKA-KUALA LUMPUR , 03 Shafar 1448/ 19 JULI 2026
Ustadz abu fairuz ahmad ridwan
https://www.facebook.com/share/p/1Xhy8bXULe/