قال ابن القيم: "وكثيرا ما كنت أسمع شيخ الإسلام ابن تيمية قدس الله روحه يقول: {إياك نعبد} [الفاتحة: ٥] تدفع الرياء {وإياك نستعين} [الفاتحة: ٥] تدفع الكبرياء.
١-فإذا عوفي من مرض الرياء ب {إياك نعبد} [الفاتحة: ٥]
٢-ومن مرض الكبرياء والعجب ب {إياك نستعين} [الفاتحة: ٥]
٣-ومن مرض الضلال والجهل ب {اهدنا الصراط المستقيم} [الفاتحة: ٦]
عوفي من أمراضه وأسقامه، ورفل في أثواب العافية، وتمت عليه النعمة، وكان من المنعم عليهم غير المغضوب عليهم وهم أهل فساد القصد، الذين عرفوا الحق وعدلوا عنه والضالين وهم أهل فساد العلم، الذين جهلوا الحق ولم يعرفوه".
مدارج السالكين ١/ ٧٨.
Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah dalam kitabnya Madarijus Salikin menukil hikmah yang sangat dalam dari gurunya, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, mengenai rahasia kesembuhan hati melalui surah Al-Fatihah.
Ibnu al-Qayyim berkata:
"Aku sering mendengar Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah—semoga Allah menyucikan ruhnya—berkata:
> 'Ayat {إياك نعبد} (Hanya kepada-Mu kami menyembah) dapat menangkal penyakit riya (ingin dipuji), sedangkan ayat {وإياك نستعين} (Hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan) dapat menangkal penyakit kibriya’ (kesombongan).'
>
* Jika seseorang disembuhkan dari penyakit riya dengan ayat {Hanya kepada-Mu kami menyembah},
* Serta disembuhkan dari penyakit kesombongan dan ujub (bangga diri) dengan ayat {Hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan},
* Dan disembuhkan dari penyakit kesesatan serta kebodohan dengan ayat {اهدنا الصراط المستقيم} (Tunjukkanlah kami jalan yang lurus),
Maka ia akan sembuh dari segala macam penyakit dan gangguan (hati)nya, mengenakan pakaian kesehatan (iman), serta mendapatkan kenikmatan yang sempurna.
Ia pun termasuk ke dalam golongan orang-orang yang diberi nikmat, bukan golongan orang yang dimurkai—yaitu mereka yang memiliki kerusakan niat (mengetahui kebenaran namun berpaling darinya)—dan bukan pula golongan orang yang sesat—yaitu mereka yang memiliki kerusakan ilmu (tidak mengetahui kebenaran karena kebodohan mereka)."
— Madarijus Salikin, Jilid 1, Hal. 78.
Intisari Pesan
Pesan ini menekankan bahwa Al-Fatihah adalah obat (asy-Syifa) yang menyeluruh:
* Ibadah yang murni mematikan keinginan untuk dipuji manusia.
* Ketergantungan total pada Allah mematikan rasa sombong atas kemampuan diri.
* Permohonan hidayah menyelamatkan kita dari tersesatnya ilmu maupun niat.
Syaikh muhammad al khalifa