Muhammad yanu atmadji blog
blog ini berisikan kumpulan faedah faedah ilmu yang sangat bermanfaat kepada diri saya pribadi
Minggu, 05 Juli 2026
Bersihkanlah diri kalian semampu yang kalian bisa, karena sesungguhnya Allah Ta'ala membangun Islam di atas kebersihan, dan tidak akan masuk surga kecuali setiap orang yang bersih."
"Bersihkanlah diri kalian semampu yang kalian bisa, karena sesungguhnya Allah Ta'ala membangun Islam di atas kebersihan, dan tidak akan masuk surga kecuali setiap orang yang bersih."
Dhaif / lemah
“Keanehan” di Masjidil Haram & Masjid An Nabawi.
“Keanehan” di Masjidil Haram & Masjid An Nabawi.
Banyak keunikan dan keajaiban yang bisa anda saksikan di kedua masjid itu.
Animo kaum muslimin untuk beribadah di keduanya begitu besar.
Dan salah satunya ialah adanya kajian syeikh syeikh dengan berbagai tema dan disiplin keilmuaannya.
Audiensnya juga beragam, ada majlis yang dihadiri banyak jamaah, dan ada yang minimalis.
Semua majlis itu secara bersamaan berlangsung di satu masjid.
Kondisi tersebut berjalan tanpa ada masalah yang berarti, baik antara para syeikh pemateri maupun jamaah.
Bahkan infonya, semasa Syeikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah mengajar di Masjid Nabawi, yang hadir di majlis beliau hanya beberapa puluh pelajar saja.
Kondisi serupa terjadi pada majlis Syeikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullah dan juga majlis syeikh Umar Al Fallatah rahimahullah.
Pada awal saya kuliah di UIM, majlis beliau hanya dihadiri puluhan orang...... di saat majlis yang lain, dihadiri ratusan bahkan mungkin mencapai ribuan orang.
Syeikh Umar Fallatah mengkaji kitab Shahih Al Bukhari rahimahullah, dan bertempatkan tepat di belakang Raudhoh, sehingga bukan hanya sedikit yang hadir namun juga dalam kebisingan jamaah umrah dan haji yang berebut kesempatan shalat dan berdoa di Ar Raudhoh.
Kondisi lebih parah terjadi pada majlis Syeikh Abdul Aziz As Syibly, kadang kala hanya dihadiri oleh pwtugas perekam kajiannya, dan kadang hanya saya yang menemani petugas perekamnya, yang menghadiri majlis beliau.
Dan subhanallah di akhir hayat, beliau rahimahullah mendapat kemuliaan meninggal dunia saat sedang shalat maghrib berjamaah. Brliau shalat tepat di belakang imam Masjid Nabawi Syeikh Ali Al Huzaifi, dan tatkala ruku' pada rakaat pertama, Syeikh Abdul Aziz As Syibly tersungkur dan meninggal dunia.
Subhanallah betapa besar jiwa jiwa para syeikh di kedua masjid mulia tersebut..... semoga Allah berkenan melimpahkan nikmat serupa kepada kita semua, aamiin.
https://www.facebook.com/share/1DFBCWPpGk/
Sabtu, 04 Juli 2026
Memanggil Orangtua dengan Namanya Saja
Memanggil Orangtua dengan Namanya Saja
Malam Jumat kemarin, majelis al-Uqūl al-Nayyirah yang saya dan teman-teman bermuzakarah Ushūl al-Syāsyī, ushul al-fiqh fuqaha yang dipakai mazhab Hanafi, baru saja menyelesaikan pembahasan tentang al-Nash dan perangkat yang terkait, mulai dari 'ibārah al-nash, isyārah al-nash, dilālah al-nash dan muqtadha al-nash.
Pas pembahasan tentang dilālah al-nash, al-Syāsyī mencontohkan surah al-Isrā ayat 23 tentang ayat larangan menyakiti orangtua dengan berkata uff. Jadi, dilālah al-nash itu kalau dalam ushul al-fiqh mutakallimīn sama kayak mafhūm muwāfaqah. Bedanya, kalau dilālah al-nash dipahami dari bahasa teks, dan dianggap qath'ī bagi Hanafi, kalau mafhūm muwāfaqah pakai qiyās, dan dianggap zhanni.
Sesuatu yang qath'ī ternyata bisa berubah bila melihat pendapat Abu Zaid, ulama mazhab Hanafi Bukhārā berikut:
"Jika suatu masyarakat menilai mengatakan uff itu termasuk pemuliaan kepada kedua orangtua, maka itu tidak haram."
Hal serupa juga bisa berlaku pada kasus anak memanggil orangtua dengan namanya aja. Kalau kita di Indonesia, manggil orangtua dengan namanya aja bisa dianggap enggak sopan, dan bisa-bisa enggak dikasih jajan tuh anak sama orangtuanya :D
Kalau di suatu negara manggil nama orangtua, guru, itu pakai namanya aja enggak masalah, ya berarti manggil namanya aja itu mubah enggak haram.
Karena itu, kesimpulan fatwa al-Azhar menyatakan bahwa kalau memanggil namanya saja itu tidak sesuai dengan tradisi setempat dan orangtua bisa merasa tersakiti, maka haram. Jika tidak tersakiti dengan panggilan namanya aja, itu mubah. Begitupun kasus murid kepada guru.
Surga di bawah Kilatan Pedang
Surga di bawah Kilatan Pedang
عن عبد الله بن أبي عوفى رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: يا أيها الناس لا تتمنوا لقاء العدو واسالوا الله العافية فإذا لقيتموهم فاصبروا واعلموا أن الجنة تحت ظلال السيوف، ثم قال النبي صلى الله عليه وسلم: اللهم منزل الكتاب ومجري السحاب وهازم الأحزاب اهزمهم وانصرنا عليهم (رواه الشيخان)
Dari Abdullah bin Abi Aufa Radhiyallahu Anhuma bahwa Nabi Shalallahu Alaihi wa Salam bersabda, "Wahai manusia, jangan bercita-cita bertemu dengan musuh. Mintalah keselamatan kepada Allah. Jika bertemu dengan musuh maka bersabarlah. Ketahuilah bahwa surga berada di bawah kilatan pedang. Lantas beliau berdoa:
Ya Allah, wahai yang menurunkan Kitab. Menggerakkan awan. Yang menghancurkan tentara ahzab. Hancurkan mereka. Berilah kemenangan kepada kami. (HR. Bukhari dan Muslim)
Jihad di jalan Allah merupakan syiar agama Islam. Jihad adalah kemuliaan umat dan bentengnya yang paling kuat. Jika umat telah meninggalkannya, maka hinalah umat ini.
Meski jihad merupakan ibadah yang suci dan mulia, namun di sana ada beberapa kaidah yang perlu diperhatikan. Salah satunya, larangan berangan-angan berjumpa dengan musuh. Sabar ketika sedang berada di kancah pertempuran.
Secara hukum asal, seorang muslim hendaknya meminta keselamatan dan kebaikan. Tidak meminta bala' dan fitnah.
Namun, ketika tidak ada pilihan selain pertempuran dan peperangan, maka ia harus bersabar dan tidak lari dari medan peperangan.
Min Kunuzis Sunnah, Muhammad Ali ash Shabuni, Hal 165-167
AAAA
Langganan:
Postingan (Atom)