Minggu, 27 September 2026

jauhilah semua orang yg menyakitimu

Hendaknya ia mempercepat langkah kakinya agar laknat tidak menimpanya bersama kaum tersebut.

سُئٍلَ الإمام أحمد بن حنبل رحمه الله عن رجل مرَّ بجماعة فسلّم عليهم فلم يردوا عليه السلام؟
فقال : يُسرِع في خطاه لا تلحقه اللعنة مع القوم.

الآداب الشرعية /لابن مفلح الحنبلي
Imam Ahmad ibn Hanbal rahimahullah pernah ditanya tentang seorang pria yang melewati sekelompok orang lalu mengucapkan salam, namun mereka tidak membalas salamnya.
Beliau menjawab:
"Hendaknya ia mempercepat langkah kakinya agar laknat tidak menimpanya bersama kaum tersebut."
(Al-Adab ash-Shar'iyyah karya Ibn Muflih al-Hanbali)

perniagaan yg paling menguntungkan dan merugikan

tidak memiliki sifat amanah

Sabtu, 26 September 2026

Umar bin Abdul Aziz menangis.

Umar bin Abdul Aziz pernah berdiam diri sementara sahabat-sahabatnya sedang berbincang-bincang. Mereka bertanya: "Mengapa engkau tidak berbicara sepatah kata pun, wahai Amirul Mukminin?" Ia menjawab: "Aku sedang berpikir tentang penduduk surga, bagaimana mereka di dalam surga saling berkunjung, dan tentang penduduk neraka bagaimana mereka di dalam neraka berteriak-teriak minta tolong." Kemudian Umar bin Abdul Aziz menangis.

(Ibnu Rajab, Takhwif Minan Nar, hlm. 34)

Hukum Memakai & Menjual Lensa Kontak, Cat Kuku, Kuku Palsu & Bulu Mata Palsu

Hukum Memakai & Menjual Lensa Kontak, Cat Kuku, Kuku Palsu & Bulu Mata Palsu

Fatwa No. 63
Oleh :
Asy-Syaikh Al-Faqih Nu'man bin Abdil Karim Al-Watr Hafidzahullah 
('Ulama Yaman, Mufti Haji Yaman Tahun 1447 H)

السؤال:
ما حكم بيع العدسات والجفون والمناكير والأظافر الصناعية؟

الجواب:
العدسات الصناعية، والرموش الصناعية، والأظافر الصناعية بيعها وشراؤها محرم، واستعمال النساء لها محرم، وهذا من المنكرات وتغيير خلق الله، وأما الطلاء الذي يسمى بالمناكير الذي يوضع على الأظافر؛ فإن كان سيزال قبل الوضوء وقبل الغسل فلا بأس، وإن كانت المرأة tفعلُه في حال حيضها ونفاسها أيضاً فلا بأس، أما أنها تضعه على أظافرها ثم تتوضأ أو تغتسل وهو على الأظافر فوضوؤها غير صحيح، وغسلها غير صحيح، وصلاتها غير صحيحة، نسأل الله العافية.

Pertanyaan:
Apa hukum menjual lensa kontak, bulu mata palsu, kuteks (manicure), dan kuku palsu?

Jawaban:
Lensa kontak (yang berwarna-warni & bukan untuk terapi pengobatan mata melainkan mempercantik mata), bulu mata palsu, dan kuku palsu, menjual dan membelinya hukumnya haram, demikian pula menggunakannya bagi kaum wanita hukumnya haram.

Hal ini termasuk kemungkaran dan mengubah ciptaan Allah.

Adapun pewarna yang disebut manicure/kuteks yang digunakan pada kuku, apabila dihilangkan sebelum berwudu dan sebelum mandi wajib, maka tidak mengapa.

Demikian pula apabila seorang wanita menggunakannya ketika sedang haid atau nifas, maka tidak mengapa.

Namun, jika seorang wanita mengoleskan kuteks pada kukunya, kemudian berwudu atau mandi dalam keadaan kuteks tersebut masih menutupi kuku, maka wudunya tidak sah, mandinya tidak sah, dan salatnya juga tidak sah.

Kita memohon kepada Allah keselamatan.
Ust askari bin jamal 

Berbahagialah Wahai Salafy...Selamat untukmu wahai Salafi, tidak dengan selainmu.

Berbahagialah Wahai Salafy...

Selamat untukmu wahai Salafi, tidak dengan selainmu.

Engkau mendapatkan bagian dan keberuntungan yang besar dari sabda Nabi ﷺ:

«عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ مِنْ بَعْدِي، عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ»

“Wajib atas kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah para khulafā’ rāsyidīn yang mendapat petunjuk setelahku. Peganglah itu dengan kuat gigitlah dengan gigi geraham).”

Dan engkau juga mendapat bagian dari sabda beliau ﷺ:

«يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ، الْقَابِضُ فِيهِ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ»

“Akan datang suatu masa kepada manusia, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.”

Dan engkau juga mendapat bagian dari sabda beliau ﷺ:

«إِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامَ الصَّبْرِ، لِلْمُتَمَسِّكِ فِيهِنَّ يَوْمَئِذٍ بِمَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْكُمْ»

“Sesungguhnya di hadapan kalian akan datang hari-hari yang membutuhkan kesabaran. Pada masa itu, orang yang tetap berpegang teguh pada apa yang kalian (para sahabat) berada di atasnya, akan mendapatkan pahala seperti pahala lima puluh orang dari kalian.”

Para sahabat bertanya: “Lima puluh dari mereka wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab: «بَلْ مِنْكُمْ»
“Bahkan lima puluh dari kalian.”

Maka berbahagialah orang yang berpegang teguh dengan sunnah, menempuh jalan para salaf, bersabar dalam keterasingan, dan tetap teguh di atas kebenaran sampai ia bertemu dengan Allah.

(Dr. Syaikh Rabi Abu Usamah hafidzahullah.)

Markaz Darul Hadits bil Fiyush
Selasa, 15 rabi'ul akhir 1446 H
@sorotan