Rabu, 10 Juni 2026

khawarij akidahnya rusak bughot tidak punya aqidah yg rusak

Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad juga menjelaskan,

الخوارج هم الذين عندهم العقائد الفاسدة وعندهم أيضا الخروج على الولاة، وأما البغاة فعندهم خروج على الولاة وليس عندهم ما عند الخوارج.

[جمع أقوال أهل العلم المعاصرين في ذم الخوارج]

"Khawarij adalah mereka yang memiliki akidah-akidah rusak dan juga melakukan pemberontakan terhadap penguasa. Adapun bughat, mereka melakukan pemberontakan tetapi tidak memiliki penyimpangan akidah sebagaimana yang ada pada Khawarij."

Bughat lebih ringan daripada Khawarij.

Syaikh Shalih Al Fauzan menyebutkan, 

البغاة أخف من الخوارج، الخوارج يكفرون المسلمين، يحكمون بكفر المسلمين، وأما البغاة فإنهم لا يكفرون المسلمين، وإنما يريدون الخروج على الإمام لأسباب عندهم. و الخوارج هم الذين يخرجون بتأويل غير سائغ، أما البغاة فهم الذين يخرجون بتأويل سائغ.

[فتاوى الدروس العلمية الشيخ الدكتور صالح بن فوزان الفوزان فرق ومذاهب وأديان ۳۰۲۲ / ٢٨٣٧] 

"Bughat lebih ringan daripada Khawarij. Khawarij mengkafirkan kaum muslimin dan menghukumi mereka kafir. Adapun bughat, mereka tidak mengkafirkan kaum muslimin, hanya saja mereka keluar terhadap imam karena alasan yang ada pada mereka. Dan para pengikut khawarij adalah mereka yang keluar dengan ta'wil yang tidak dapat diterima. Adapun bughat adalah mereka yang keluar dengan ta'wil yang masih dianggap (memiliki dasar syubhat yang kuat)."
Ustadz muhammad hafit fahruzi

serial aqidah syafii

tuduhan bahwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berakidah tajsim

Saya cukup skeptis terhadap berbagai perdebatan yang berusaha membenarkan tuduhan bahwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berakidah tajsim. Demikian pula terhadap berbagai tuduhan yang terus diarahkan kepada beliau dan para ulama Ahlul Hadis yang sejalan dengannya hingga hari ini.
Mengapa? Karena yang sering saya temui hanyalah pengulangan kisah, tuduhan, dan polemik yang sama dari masa lalu terhadap para imam dan ulama Ahlul Hadis. Saya telah membaca dan menelaah banyak rincian perdebatan tersebut sejak akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Materinya berulang-ulang, seakan tidak pernah habis diangkat kembali.
Alhamdulillah, Allah memberikan kesempatan kepada saya untuk mempelajari akidah melalui kitab-kitab para ulama hadis yang memiliki sanad keilmuan yang jelas, bukan melalui kaidah-kaidah ahli kalam dan filsafat. Bagi saya, ini adalah nikmat besar yang wajib disyukuri.
Apa pun tuduhan yang terus diulang dan disebarkan, saya tetap bersyukur kepada Allah atas nikmat mengenal dan mempelajari agama melalui jalan para ulama hadis. Alhamdulillah.

----

Bab: Kumpulan Kritik dan Celaan Kaum Asy'ari terhadap Para Imam Islam dari Kalangan Salaf

Dengan nama Allah, segala puji bagi-Nya, dan shalawat serta salam kepada Rasulullah.
Berikut ini adalah sebagian yang berhasil saya kumpulkan dari ucapan-ucapan kaum Asy'ari yang menunjukkan apa yang tersimpan dalam hati mereka berupa kebencian terhadap para salaf dan sikap berlepas diri dari mereka.
Semua ini membatalkan klaim mereka bahwa mereka mengikuti salaf. Sebab tidak mungkin kecintaan kepada salaf, pembenaran terhadap mereka, dan mengikuti mereka dapat berkumpul dengan tindakan mencela para imam mereka yang telah disepakati keutamaannya pada zamannya.
1. Celaan mereka terhadap Imam Bukhari, Imam Muslim, dan ahli hadis secara umum
Ucapan Fakhruddin ar-Razi
Ar-Razi berkata dalam Asās at-Taqdīs:
"Telah masyhur di tengah umat bahwa sekelompok orang zindiq telah membuat hadis-hadis mungkar dan berupaya menyebarkannya kepada para ahli hadis. Para ahli hadis, karena baiknya hati mereka, tidak mengenali kepalsuan hadis-hadis itu, bahkan menerimanya.
Kemungkaran apa yang lebih besar daripada menisbatkan kepada Allah sifat-sifat yang mencederai ketuhanan dan membatalkan rububiyah-Nya?
Maka wajib dipastikan bahwa hadis-hadis semacam itu adalah hadis palsu.
Adapun al-Bukhari dan al-Qusyairi (Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi), mereka bukanlah orang yang mengetahui perkara gaib. Mereka hanya berijtihad dan berhati-hati sesuai kemampuan mereka.
Adapun keyakinan bahwa keduanya mengetahui seluruh keadaan yang terjadi sejak zaman Rasulullah ﷺ hingga zaman kita, maka tidak ada orang berakal yang mengatakannya.
Paling jauh yang dapat dikatakan adalah kita berbaik sangka kepada mereka dan para perawi mereka.
Namun apabila kita menemukan sebuah riwayat yang mengandung kemungkaran yang mustahil dinisbatkan kepada Rasulullah ﷺ, maka kita memastikan bahwa riwayat itu termasuk rekayasa orang-orang zindiq dan keberhasilan mereka dalam menipu para ahli hadis tersebut.
Anehnya, para ahli hadis itu mencacat perawi dengan sebab-sebab yang ringan; misalnya karena seseorang terlalu mencintai Ali sehingga dianggap Rafidhi lalu riwayatnya ditolak, atau karena Ma'bad al-Juhani berpendapat tentang qadar sehingga riwayatnya ditolak.
Akan tetapi tidak ada seorang pun dari mereka yang mengatakan: 'Orang ini menyifati Allah dengan sesuatu yang merusak uluhiyah dan rububiyah-Nya, maka riwayatnya harus ditolak.'
Sungguh ini termasuk hal yang mengherankan."
Ucapan Ibnul Jama'ah
Ibnul Jama'ah berkata dalam Idhāh ad-Dalīl:
"Kebanyakan ahli hadis hanya sibuk dengan periwayatan dan memperbanyak riwayat-riwayat ganjil, sementara mereka tidak mengetahui sifat-sifat yang wajib bagi Allah dan yang mustahil bagi-Nya berdasarkan dalil-dalil yang pasti menurut para ahli nazhar dan ilmu.
Mereka merasa cukup dengan sekadar periwayatan. Padahal hakikatnya, sebagaimana dikatakan sebagian imam, itu hanyalah keterbatasan ilmu."
Ucapan Ibnul Qayyim
Ibnul Qayyim berkata:
"Sebagian ulama mutaakhirin mereka — yang dianggap paling utama oleh mereka — pernah berusaha memusnahkan kitab-kitab Sunnah yang membahas sifat-sifat Allah, menyembunyikannya, dan menghilangkannya.
Bahkan sampai kepadaku berita tentang banyak dari mereka bahwa ketika pembacaan Shahih al-Bukhari mencapai bagian 'Kitab at-Tauhid wa ar-Radd 'ala al-Jahmiyyah', ia ingin bangkit dan pergi.
Pernah pula terdengar darinya celaan terhadap Muhammad bin Ismail al-Bukhari.
Apa dosa al-Bukhari? Bukankah ia hanya menyampaikan apa yang disabdakan Rasulullah ﷺ?
Sebagian yang lain berkata: 'Al-Bukhari telah merusak kitab shahihnya dengan pembahasan yang ia letakkan di bagian akhirnya ini.'"
2. Celaan mereka terhadap Imam ad-Daraquthni
Ibnul Jama'ah berkata dalam Idhāh ad-Dalīl:
"Sungguh telah diingkari ad-Daraquthni dan Ibn Khuzaimah karena meriwayatkan hadis-hadis semacam ini dan mencantumkannya dalam karya-karya mereka.
Kebanyakan ahli hadis hanya tenggelam dalam periwayatan dan memperbanyak riwayat-riwayat ganjil, sementara mereka tidak mengetahui apa yang wajib dan mustahil bagi Allah berdasarkan dalil-dalil yang pasti menurut para ahli ilmu dan nazhar.
Mereka merasa cukup dengan sekadar periwayatan.
Sebagaimana dikatakan sebagian imam, sekadar mengumpulkan hadis adalah pekerjaan orang-orang yang dangkal pemahamannya."
3. Celaan mereka terhadap Imam Ibn Khuzaimah
Ucapan Fakhruddin ar-Razi
Ar-Razi berkata:
"Ketahuilah bahwa Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah menyebutkan argumentasi sahabat-sahabat kami dengan ayat ini dalam kitab yang ia beri nama Kitab at-Tauhid.
Padahal pada hakikatnya kitab itu adalah kitab kesyirikan."
Ucapan Ibnul Jama'ah
Ibnul Jama'ah berkata:
"Jika seseorang berhujah dengan kitab Ibn Khuzaimah dan apa yang ia cantumkan di dalamnya berupa perkara-perkara besar ini — dan sungguh buruk apa yang ia lakukan dengan memasukkan riwayat-riwayat lemah dan palsu tersebut —
maka kami katakan: tidak ada kemuliaan baginya maupun pengikutnya apabila mereka menyelisihi dalil-dalil akal dan dalil-dalil syariat yang menunjukkan penyucian Allah dari sifat-sifat yang dinisbatkan melalui hadis-hadis lemah tersebut.
Ibn Khuzaimah, meskipun seorang imam dalam bidang hadis dan periwayatan, namun dalam pembahasan rasional dan penelitian mendalam ia jauh dari bidang tersebut.
Sebenarnya ia tidak membutuhkan untuk memasukkan riwayat-riwayat mungkar dan lemah itu ke dalam kitabnya."
Ucapan Syihab al-Halabi
Syihab al-Halabi berkata saat membantah Ibnu Taimiyah:
"Dinukil dari Ibn Khuzaimah bahwa siapa yang tidak mengatakan Allah berada di atas langit-langit-Nya, di atas Arsy-Nya, terpisah dari makhluk-Nya, maka ia wajib diminta bertaubat; jika tidak mau, maka dipenggal lehernya lalu dilempar ke tempat sampah agar tidak mengganggu kaum Muslimin maupun ahlu dzimmah.
Maka dijawab: pembahasan tentang hal ini telah berlalu sebelumnya.
Lagi pula, orang awam maupun kalangan khusus telah mengetahui pandangan Ibn Khuzaimah dalam masalah akidah, serta kitab yang ia susun tentang tasybih yang ia namai at-Tauhid.
Para imam telah banyak membantahnya, terlalu banyak untuk disebutkan."
4. Celaan mereka terhadap Imam al-Ajurri
Abul Ma'ali al-Juwaini berkata tentang al-Ajurri dan kitabnya yang mengumpulkan hadis-hadis sifat:
"Tidaklah seseorang sengaja mengumpulkan bab-bab seperti ini dan menyusun pembahasan-pembahasan seperti ini kecuali ia benar-benar seorang musyabbihah (penyerupa Allah dengan makhluk), atau seorang zindiq yang bermain-main dengan agama."
5. Celaan mereka terhadap Harb al-Kirmani
Yaqut al-Hamawi berkata:
"Di antara mereka ada Harb bin Ismail yang bertemu Ahmad bin Hanbal dan menjadi sahabatnya.
Ia memiliki beberapa karya dalam fikih, di antaranya Kitab as-Sunnah wal-Jama'ah.
Dalam kitab itu ia mencela berbagai kelompok dari kalangan umat Islam.
Kitab tersebut telah dibantah oleh Abu al-Qasim Abdullah bin Ahmad bin Mahmud al-Ka'bi al-Balkhi."
Penulis berkata:
"Al-Balkhi yang dibanggakan kaum Asy'ari karena bantahannya terhadap Ahlus Sunnah itu adalah salah satu tokoh besar Mu'tazilah dan pemimpin firqah al-Ka'biyyah."
7. Celaan mereka terhadap Ibn Abi Hatim
Al-Kautsari berkata:
"Ibn Abi Hatim yang malang itu — yang dikatakan bahwa malaikat pencatat amal buruk tidak menemukan sesuatu untuk ditulis tentang dirinya —
telah dirusak oleh Harb bin Ismail as-Sirjani ketika berada di penjara.
Akibatnya ia menjadi memusuhi para mutakallim yang berada di atas kebenaran.
Ia sampai mengatakan bahwa ucapan 'lafazhku terhadap Al-Qur'an adalah makhluk' merupakan kekufuran yang mengeluarkan pelakunya dari agama.
Dalam kitab ar-Radd 'ala al-Jahmiyyah ia juga menuliskan hal-hal yang menunjukkan kerusakan akalnya."
8. Celaan mereka terhadap Abdullah bin Ahmad, al-Khallal, Ibn Abi 'Ashim, Abu Syaikh, al-'Assal, ath-Thabarani, Ibn Mandah, al-Hakam bin Ma'bad, as-Sijzi, al-Anshari, dan lainnya
Al-Kautsari berkata dalam mukadimah kitab al-Baihaqi:
"Lihatlah kitab al-Istiqamah karya Khasyisy bin Ashram, kitab-kitab yang bernama as-Sunnah karya Abdullah bin Ahmad, al-Khallal, Abu Syaikh, al-'Assal, Abu Bakar bin Abi 'Ashim, ath-Thabarani, kitab al-Jami', as-Sunnah wal-Jama'ah karya Harb bin Ismail, at-Tauhid karya Ibn Khuzaimah dan Ibn Mandah, ash-Shifat karya al-Hakam bin Ma'bad al-Khuza'i, an-Naqdh karya Utsman bin Sa'id ad-Darimi, asy-Syari'ah karya al-Ajurri, al-Ibanah karya Abu Nashr as-Sijzi dan Ibn Baththah, Naqdh at-Ta'wilat karya Abu Ya'la al-Qadhi, serta Dzamm al-Kalam dan al-Faruq karya penulis Manazil as-Sairin.
Engkau akan menemukan di dalamnya hal-hal yang ditolak sekaligus oleh syariat dan akal."
Tentang kitab as-Sunnah karya Abdullah bin Ahmad, ia berkata:
"Ia tidak mampu berjalan di atas metode ayahnya untuk tidak mencampuri hal-hal yang bukan urusannya.
Setelah wafat ayahnya, ia menulis kitab ini di bawah tekanan kelompok Hasyawiyah.
Dengan sangat disayangkan ia memasukkan ke dalamnya hal-hal yang bertentangan dengan agama Allah dan keimanan kepada-Nya, berupa penyifatan Allah dengan apa yang tidak layak bagi-Nya.
Maka ia menyesatkan para pengikutnya.
Para ulama dahulu enggan menampakkan kitab ini agar aib-aibnya tidak diketahui orang.
Kitab itu adalah kitab keberhalaan.
Kekufuran tetaplah kekufuran, siapa pun yang mengucapkannya."
Mereka Memenjarakan Orang karena Membaca Kitab-Kitab Salaf
Riwayat dari Ibn Katsir
Ibn Katsir berkata dalam al-Bidayah wan-Nihayah:
"Terjadi bahwa al-Hafizh Jamaluddin al-Mizzi membaca satu bagian dari kitab Khalq Af'al al-'Ibad karya al-Bukhari yang berisi bantahan terhadap Jahmiyyah di bawah Kubah an-Nasr setelah majelis pembacaan Shahih al-Bukhari dalam rangka istisqa.
Sebagian fuqaha yang hadir marah lalu mengadukannya kepada qadhi Syafi'i Ibn Shashra, yang merupakan musuh al-Mizzi.
Maka al-Mizzi pun dipenjara."
Riwayat dari Ibn Hajar
Ibn Hajar berkata dalam Inba' al-Ghumr pada peristiwa tahun 803 H:
"Pada tanggal 15 Muharram dibacakan kepada muhaddits Jamaluddin Abdullah bin asy-Syara'ihi kitab ar-Radd 'ala al-Jahmiyyah karya Utsman ad-Darimi di masjid jami'.
Lalu hadir Zainuddin Umar al-Kafiri.
Ia mengingkari majelis tersebut, mengecamnya, mengambil satu salinan kitab itu dan membawanya kepada qadhi Maliki.
Qadhi kemudian memanggil pembacanya, yaitu Ibrahim al-Malkawi, lalu memarahinya dengan keras.
Setelah itu ia memanggil Ibn asy-Syara'ihi, menyakitinya dengan ucapan, memerintahkan agar ia dipenjara, bahkan merobek salinan kitab miliknya.
Kemudian ia kembali memanggil sang pembaca, menanyakan akidahnya.
Pembaca itu menjawab:
'Aku beriman kepada apa yang datang dari Rasulullah ﷺ.'
Mendengar jawaban itu sang qadhi justru marah.
Ia memerintahkan agar orang itu dihukum ta'zir, lalu ia dipukul dan diarak.
Setelah itu ia kembali dipanggil dan dipenjara selama sebulan."
Dan dalam biografi qadhi tersebut, Ibn Hajar berkata:
"Dialah orang yang menyakiti al-Hafizh Jamaluddin asy-Syara'ihi karena dibacakan di hadapannya kitab ar-Radd 'ala al-Jahmiyyah karya Utsman ad-Darimi. Bahkan ia memerintahkannya dipenjara, merobek naskah kitab tersebut, dan sangat keras menyakiti sang pembaca."

Sumber dari link pada komentar

Hendaklah engkau mengikuti mazhab yang dianut oleh penduduk negerimu!

Hendaklah engkau mengikuti mazhab yang dianut oleh penduduk negerimu!”
Al-Majd Ibnu Taimiyah rahimahullah menukil perkataan Menteri Ibnu Hubairah rahimahullah:
“Adapun penetapan madrasah-madrasah dengan nama para fuqaha tertentu, maka menurutku tidak mengapa. Hal itu karena para penuntut fikih berkonsentrasi mempelajari satu mazhab saja, tanpa bercampur dengan pengikut mazhab lain yang dapat memicu perdebatan dan menimbulkan perselisihan.
Beliau menceritakan kepadaku bahwa Syaikh Muhammad bin Yahya pernah mengabarkan kepadanya dari Al-Qadhi Abu Ya'la, bahwa ada seorang fakih datang kepadanya untuk mempelajari mazhab Imam Ahmad. Lalu beliau bertanya tentang negeri asalnya, dan orang itu pun memberitahukannya.
Maka Al-Qadhi Abu Ya'la berkata:
‘Sesungguhnya seluruh penduduk negerimu mempelajari mazhab Syafi'i. Mengapa engkau meninggalkannya dan beralih kepada mazhab kami?’
Orang itu menjawab:
‘Aku berpindah mazhab semata-mata karena ingin belajar kepadamu.’
Maka beliau berkata:
‘Hal seperti ini tidak tepat. Sebab jika engkau berada di negerimu dengan mengikuti mazhab Ahmad, sementara seluruh penduduk negerimu mengikuti mazhab Syafi'i, engkau tidak akan menemukan orang yang dapat beribadah bersamamu dan mengkajinya bersamamu. Bahkan engkau berpotensi menimbulkan pertengkaran dan memicu perselisihan. Karena itu, tetap berada di atas mazhab Syafi'i sebagaimana penduduk negerimu lebih utama bagimu.’
Kemudian beliau mengarahkannya kepada Syaikh Abu Ishaq al-Shirazi dan membawanya menemui beliau. Orang itu pun berkata:
‘Aku mendengar dan taat. Aku akan mendahulukannya di atas para fuqaha yang lain.’”
📚 Al-Musawwadah fi Ushul al-Fiqh karya Majd al-Din Ibn Taymiyyah, hlm. 451–452.
ust khatib al andalasi
https://www.facebook.com/share/p/1CzYrJTYLa/

Perbedaan Khawarij dan Bughat

[ Perbedaan Khawarij dan Bughat ]

Penjelasan berikut diambil dari penjelasan Syaikh Dr. Amir Bahjat hafizhahullah. 

Pertama tentang Khawarij. Khawarij ialah mereka yang mengkafirkan kaum muslimin karena semata mengerjakan dosa-dosa besar, menghalalkan darah dan harta mereka, serta mengkafirkan sebagian sahabat. Dalam mazhab Hambali ada dua pendapat yang sama-sama dianggap kuat (shahih) mengenai Khawarij: bahwa antara mereka kafir atau fasik. Khawarij bukan sekadar keluar dari keta'atan pada pemimpin, melainkan harus sampai tahap mengkafirkan pemimpin tersebut. Dahulu para sahabat betul-betul mengejar dan menumpas kaum khawarij ini seperti peristiwa Nahrawan. 

(Oleh karena itu menggelari orang yang sekedar mengkritik penguasa dengan sebutan khawarij merah jambu, ini sangat keliru -pent) 

Kedua tentang bughat. Ini lebih rumit. Bughat adalah suatu kaum yang memiliki kekuatan (syaukah) dan pertahanan (man'ah), mereka keluar dari ketaatan kepada pemimpin karena adanya takwil (penafsiran), yaitu takwil yang dapat diterima (saigh). Maksudnya adalah mereka memiliki syubhat (kerancuan pemikiran) atau jenis takwil yang memiliki sisi pertimbangan, meskipun itu salah. Adanya takwil inilah yang membedakan antara bughat dengan perampok/penyamun.

Dalam mengatasi bughat tidak serta merta langsung diperangi semudah memerangi khawarij. Pertama, penguasa harus berdiskusi dengan mereka. Penguasa mengutus seseorang untuk berdiskusi, jika mereka mengklaim adanya syubhat, maka penguasa akan menjelaskannya. Jika mereka mengklaim adanya kezhaliman, penguasa akan menghilangkannya. Jika mereka tidak mau kembali tunduk, maka barulah penguasa memerangi mereka.

Dalam memerangi bughat, terdapat hukum khusus yaitu tanggung jawab ganti rugi (dhaman) di dalamnya gugur. Maka tidak ada ganti rugi atas mereka (yang dirusak oleh bughat), dan tidak ada ganti rugi pada sisi bughat (yang dirusak oleh pihak penguasa). Contoh dalam hal ini : perang Jamal dan fitnah Ibnul Asy'ats dimana sebagian tabi'in yang mereka termasuk berilmu ikut keluar untuk memberontak.
ust yhouga pratama

kumpulan doa-doa komprehensif

 kumpulan doa-doa komprehensif (Jawami' ad-Du'a) dari Kitab Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim:
## **Kumpulan Doa Komprehensif dari Dua Kitab Shahih**
### **Kolom Kanan (Mulai dari atas)**
 * **Doa 1**
   > **Teks:** «اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ»
   > **Arti:** "Ya Allah, Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka." *(HR. Bukhari no. 6389, Muslim no. 2690)* — *Catatan: Ini adalah doa yang paling sering dibaca oleh Nabi ﷺ.*
   > 
 * **Doa 2**
   > **Teks:** «اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاهْدِنِي، وَعَافِنِي، وَارْزُقْنِي»
   > **Arti:** "Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk kepadaku, afiatkanlah aku (berilah kesehatan/keselamatan), dan berilah rezeki kepadaku." *(HR. Muslim no. 2697)*
   > 
 * **Doa 3**
   > **Teks:** «اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ»
   > **Arti:** "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku di atas perjanjian dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang telah kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa melainkan Engkau." *(HR. Bukhari no. 6306 — Sayyidul Istighfar)*
   > 
 * **Doa 4**
   > **Teks:** «اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى، وَالتُّقَى، وَالْعَفَافَ، وَالْغِنَى»
   > **Arti:** "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, sifat iffah (menjaga kehormatan diri), dan kecukupan (kekayaan hati)." *(HR. Muslim no. 2721)*
   > 
 * **Doa 5**
   > **Teks:** «اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي، وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي، وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ»
   > **Arti:** "Ya Allah, perbaikilah agamaku untukku yang merupakan penjaga urusanku, perbaikilah duniaku untukku yang di dalamnya terdapat penghidupanku, perbaikilah akhiratku untukku yang merupakan tempat kembaliku. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagiku dalam setiap kebaikan, dan jadikanlah kematian sebagai ketenangan bagiku dari setiap keburukan." *(HR. Muslim no. 2720)*
   > 
 * **Doa 6**
   > **Teks:** «رَبِّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي وَجَهْلِي، وَإِسْرَافِي فِي أَمْرِي كُلِّهِ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطَايَايَ وَعَمْدِي، وَجَهْلِي وَهَزْلِي، وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِي، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ»
   > **Arti:** "Wahai Tuhanku, ampunilah kesalahanku, kebodohanku, sikap berlebih-lebihan dalam urusanku, dan apa yang Engkau lebih ketahui daripadanya melebihi diriku. Ya Allah, ampunilah kesalahan-kesalahanku, kesengajaanku, kebodohanku, candatwaku, dan semua itu ada pada diriku. Ya Allah, ampunilah apa yang telah lalu dan apa yang akan datang, apa yang aku sembunyikan dan apa yang aku tampakkan. Engkau yang mendahulukan dan Engkau yang mengakhirkan, dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." *(HR. Bukhari no. 6398, Muslim no. 2719)*
   > 
 * **Doa 7**
   > **Teks:** «اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا، وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ»
   > **Arti:** "Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang banyak, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa melainkan Engkau. Maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." *(HR. Bukhari no. 6326, Muslim no. 2705)*
   > 
 * **Doa 8**
   > **Teks:** «اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ»
   > **Arti:** "Ya Allah, ampunilah aku atas apa yang telah lalu dan apa yang akan datang, apa yang aku sembunyikan dan apa yang aku tampakkan, apa yang aku perbuat secara berlebih-lebihan, dan apa yang Engkau lebih ketahui daripadanya melebihi diriku. Engkau yang mendahulukan dan Engkau yang mengakhirkan, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau." *(HR. Muslim no. 771)*
   > 
 * **Doa 9**
   > **Teks:** «اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ، دِقَّهُ وَجِلَّهُ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ، وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ»
   > **Arti:** "Ya Allah, ampunilah seluruh dosaku; yang kecil maupun yang besar, yang awal maupun yang akhir, yang terang-terangan maupun yang sembunyi-sembunyi." *(HR. Muslim no. 482)*
   > 
 * **Doa 10**
   > **Teks:** «اللَّهُمَّ أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ، لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ»
   > **Arti:** "Ya Allah, aku berlindung dengan rida-Mu dari kemurkaan-Mu, dengan keselamatan-Mu dari siksaan-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari (siksaan)-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian atas-Mu, Engkau adalah sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri." *(HR. Muslim no. 486)*
   > 
### **Kolom Kiri (Mulai dari atas)**
 * **Doa 11**
   > **Teks:** «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ»
   > **Arti:** "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari beratnya cobaan, kesengsaraan yang berat, takdir yang buruk, dan kegembiraan musuh atas musibah yang menimpaku." *(HR. Bukhari no. 6616, Muslim no. 2707)*
   > 
 * **Doa 12**
   > **Teks:** «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَمِلْتُ، وَشَرِّ مَا لَمْ أَعْمَلْ»
   > **Arti:** "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang telah aku perbuat, dan dari keburukan apa yang belum aku perbuat." *(HR. Muslim no. 2716)*
   > 
 * **Doa 13**
   > **Teks:** «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِعِ سَخَطِكَ»
   > **Arti:** "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, berubahnya keselamatan dari-Mu (menjadi bencana), datangnya siksaan-Mu secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu." *(HR. Muslim no. 2739)*
   > 
 * **Doa 14**
   > **Teks:** «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ، وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ، وَالْهَرَمِ، وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ» وَ«فِتْنَةِ الدَّجَّالِ»، «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ»
   > **Arti:** "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat penakut, kepikunan (tua renta), dan sifat kikir. Dan aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, serta dari fitnah kehidupan dan kematian" dan "fitnah Dajjal". "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, sifat penakut dan kikir, lilitan utang, dan penguasaan (kesewenang-wenangan) orang lain." *(HR. Bukhari no. 4707, 6369; Muslim no. 2706)*
   > 
 * **Doa 15**
   > **Teks:** «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ»
   > **Arti:** "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir, aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut, aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan ke usia yang paling hina (pikun), aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia, dan aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur." *(HR. Bukhari no. 6370)*
   > 
 * **Doa 16**
   > **Teks:** «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَالْهَرَمِ، وَالْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْغِنَى، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْفَقْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ عَنِّي خَطَايَايَ بِمَاءِ الثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّ قَلْبِي مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَبَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ»
   > **Arti:** "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan, kepikunan, perbuatan dosa, lilitan utang, dari fitnah kubur dan azab kubur, dari fitnah neraka dan azab neraka, serta dari keburukan fitnah kekayaan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kemiskinan, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal. Ya Allah, basuhlah kesalahan-kesalahanku dengan air salju dan air es, bersihkanlah hatiku dari dosa-dosa sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran, dan jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat." *(HR. Bukhari no. 6368, Muslim no. 589)*
   > 
 * **Doa 17**
   > **Teks:** «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ، وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ، وَالْبُخْلِ، وَالْهَرَمِ، وَعَذَابِ الْقَبْرِ، اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا»
   > **Arti:** "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat penakut, sifat kikir, kepikunan, dan azab kubur. Ya Allah, berilah ketakwaan pada jiwaku, dan sucikanlah ia, Engkau adalah sebaik-baik yang menyucikannya, Engkau adalah Pelindung dan Pemiliknya. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah puas, dan dari doa yang tidak dikabulkan." *(HR. Muslim no. 2722)*
   > 
 * **Doa 18**
   > **Teks:** «اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِعِزَّتِكَ- لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ- أَنْ تُضِلَّنِي، أَنْتَ الْحَيُّ الَّذِي لَا يَمُوتُ، وَالْجِنُّ وَالْإِنْسُ يَمُوتُونَ»
   > **Arti:** "Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dan dengan (pertolongan)-Mu aku menghadapi musuh. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan kemuliaan-Mu —tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau— agar Engkau tidak menyesatkanku. Engkau Maha Hidup yang tidak mati, sedangkan jin dan manusia semuanya mati." *(HR. Bukhari no. 7383, Muslim no. 2717 — teks milik Muslim)*
   > 
 * **Doa 19 (Paling bawah)**
   > **Teks:** «اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ، صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ»
   > **Arti:** "Ya Allah, Zat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami untuk selalu taat kepada-Mu." *(HR. Muslim no. 2654)*
   >