Muhammad yanu atmadji blog
blog ini berisikan kumpulan faedah faedah ilmu yang sangat bermanfaat kepada diri saya pribadi
Rabu, 16 September 2026
Imam Aḥmad bin Ḥanbal dikenal sangat menjaga amal ibadahnya, tetapi pada saat yang sama beliau tidak membanggakan kesalehan dan amalnya kepada orang lain.
Tidak setiap kenikmatan adalah kemuliaan, dan tidak setiap ujian adalah hukuman
“Tidak setiap kenikmatan adalah kemuliaan, dan tidak setiap ujian adalah hukuman.”
Syekh Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله berkata:
“Rezeki dan pertolongan terkadang memiliki sebab-sebab lain. Sebab, orang-orang fasik dan orang-orang kafir juga diberi rezeki dan pertolongan.
Terkadang Allah memberikan kesulitan kepada orang-orang beriman dan membuat mereka takut kepada musuh mereka, agar mereka kembali kepada-Nya dan bertobat dari dosa-dosa mereka. Dengan demikian, Allah menghimpunkan bagi mereka antara pengampunan dosa dan penghilangan kesusahan.
Dan terkadang Allah memberikan tenggang waktu kepada orang-orang kafir, menurunkan hujan kepada mereka dengan deras, serta memberi mereka harta dan anak-anak, lalu Allah menarik mereka secara berangsur-angsur menuju kebinasaan tanpa mereka sadari.
Hal itu bisa jadi agar Allah menimpakan kepada mereka hukuman di dunia dengan kekuasaan-Nya yang dahsyat, atau agar Dia melipatgandakan azab bagi mereka di akhirat.
Maka, tidak setiap pemberian nikmat merupakan kemuliaan, dan tidak setiap ujian merupakan hukuman.
Allah Ta'ala berfirman:
‘Adapun manusia, apabila Tuhannya mengujinya lalu Dia memuliakannya dan memberinya kenikmatan, maka dia berkata: “Tuhanku telah memuliakanku.” Namun apabila Dia mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata: “Tuhanku telah menghinakanku.” Sekali-kali tidak!’
(QS. Al-Fajr: 15–17)Majmu' al-Fatawa, 11/442–443.