Sabtu, 28 Februari 2026

Semoga Allah melindungi negeri kaum muslimin

Semoga Allah melindungi negeri kaum muslimin dari keburukan yang diakibatkan oleh Ya++di dan Rafid--h serta antek-antek mereka. Imam al-Auza'i rahimahullah pernah berkata:

إذا التقى الفاجر بالفاجر، فاقتتلا، فأهلك الله أحدهما، فالحمد لله، وإذا أهلكهما جميعًا، فالحمد لله كثيرًا.

"Jika dua orang jahat bertemu satu sama lain kemudian keduanya saling membunuh dan Allah binasakan salah satunya, maka alhamdulillah. Dan jika Allah binasakan keduanya maka alhamdulillah katsiran."

Tidak pula kita membela si anu, tak pula kita membela lawannya. Ntah apa sandiwara yang sedang mereka perbuat, ntah makar apa yang mereka rencanakan atas kaum muslimin. Keduanya sama-sama musuh Islam. Ini yang harus kita tanamkan kepada orang awam di tanah air. Tidak hanya koar-koar tentang kejamnya Yahudi, tapi kita harus edukasi betapa mengerikannya Rafidhah ketika mereka menguasai negeri Ahlussunnah -dan mereka selalu merencanakan hal itu-. 

Lihat komenan medsos ribut sana sini. Ada yang share berita hoax lah, ada yang takut perang dunia lah, ada yang berkobar-kobar dukung kehancuran Yahudi, dan semacamnya. Cukup perbanyak do'a keselamatan dan serahkan semuanya kepada para pemimpin yang lebih mengetahui kondisi. Sibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat dan tinggalkan perkara yang bukan ranah kita. Semuanya atas kehendak Allah dan ketahuilah bahwa Ia selalu bersama para hamba-Nya yang beriman. 

Sebagai maklumat:
KJRI Jeddah khusus menangani daerah Barat dan Selatan seperti Madinah, Makkah, Aseer dan sebagainya. 
Sedangkan KBRI Riyadh menangani daerah Utara dan Timur seperti Riyadh, Qasim, Syarqiyah dan sebagainya.
Ustadz muhammad taufiq

Aku memohon kepada Allah agar menjaga negeri kami dan negeri-negeri kaum muslimin dari segala hal yang dibenci dan keburukan.


Syaikhul Islam —semoga Allah merahmatinya— telah berkata benar. Ya Allah, segala puji bagi-Mu atas nikmat Tauhid. Aku memohon kepada Allah agar menjaga negeri kami dan negeri-negeri kaum muslimin dari segala hal yang dibenci dan keburukan."

Al-Qawa'id Al-Arba'" (Empat Kaidah) karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.

Kaidah Keempat: Bahwa kaum musyrik di zaman kita lebih parah kesyirikannya dibandingkan kaum musyrik terdahulu. Karena orang-orang terdahulu berbuat syirik di waktu lapang namun mengikhlaskan ibadah di waktu sempit (darurat). Sedangkan kaum musyrik di zaman kita, kesyirikannya bersifat terus-menerus, baik di waktu lapang maupun sempit.

Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala: "Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh pengabdian (ikhlas) kepada-Nya; tetapi setelah Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)." (QS. Al-Ankabut: 65)

bergantunglah hanya kepada Allah

غلط كثير من الناس في الانتقال مع تكبير الإمام

تهادوا تحابوا...“Tahādū taḥābbū.”

Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam perintahkan.

تهادوا تحابوا...

“Tahādū taḥābbū.”

“Salinglah kalian memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai.”

Jumat, 27 Februari 2026

Lima Hukum Terkait Lawan Jenis Dalam Mazhab Syafii

Lima Hukum Terkait Lawan Jenis Dalam Mazhab Syafii

Berikut ini adalah terjemah dari sebuah “risalah”/tulisan singkat berbahasa Arab dari KH Muhibul Aman Ali hafizhahullahu ta’ala:

Beberapa hukum terkait interaksi antara laki-laki dengan perempuan ajnabiah (bukan isteri, bukan mahram) dalam Mazhab Syafii.

1. Jabat Tangan

Dalam al-Mughni al-Muhtaj, al-Khathib asy-Syirbini mengatakan, 

“Haram hukumnya menyentuh wajah dan dua telapak tangan perempuan ajnabiah (bukan isteri, bukan mahram) meski ada jaminan aman dari fitnah/godaan lawan jenis”.

2. Memandang lawan jenis

Dalam Tuhfah al-Muhtaj, Ibnu Hajar al-Haitami mengatakan, 

“Jelas haram memandang dengan syahwat ke wajah dan dua telapak tangan perempuan. 

Jika tanpa syahwat hukumnya juga haram menurut pendapat yang shahih (benar dari dua pendapat yang terdapat dalam Mazhab Syafii)”.

3. Mengucapkan salam dan sapaan

As-Sayyid Abu Bakar Syatha dalam Ianah ath-Thalibin mengatakan,

 “Makruh hukumnya seorang laki-laki mengucapkan salam kepada perempuan ajnabiah (bukan mahram, bukan isteri) yang masih muda. 

Demikian pula sebaliknya, makruh hukumnya seorang perempuan mengucapkan salam kepada laki-laki Ajnabi (bukan suami, bukan mahram) yang masih mudah. 

Akan tetapi ada juga yang berpendapat hukum hal ini adalah haram”.

4. Takziyah

Imam an-Nawawi dalam al-Majmu’ mengatakan,

 “Dianjurkan laki-laki memberikan takziyah (kalimat menghibur dan menguatkan hati) kepada sesama laki-laki dan perempuan kepada sesama perempuan…. 

Laki-laki diperbolehkan untuk memberikan takziyah kepada perempuan ajnabiah dan sebaliknya jika ada jaminan aman dari fitnah/godaan lawan jenis”.

5. Mengucapkan doa bersin

Mengucapkan doa bersin kepada lawan jenis hukumnya boleh dengan tetap memperhatikan adab dalam bersikap kepada lawan jenis. 

Dalilnya adalah qiyas/analog dengan kebolehan takziyah kepada lawan jenis dengan syarat ada jaminan aman dari fitnah/godaan lawan jenis.

Kausa hukum dalam semua ketentuan di atas adalah kekhawatiran godaan lawan jenis. Oleh karena itu jika ada jaminan aman dari godaan lawan jenis ada kelonggaran hukum. Sebaliknya jika ada kekhawatiran godaan lawan jenis hukumnya jadi ketat.

Dalam budaya Indonesia yang bercirikhaskan penuh cinta dan toleransi, para ulama NU sangat mempertimbangkan aspek kebutuhan sosial kemasyarakatan dengan tetap memegangi erat-erat batasan syariat dan ada interaksi dengan lawan jenis

Sekian teks terjemahan.
Berikut ini teks aslinya dalam bahasa Arab:

أحكام التعامل بين الرجل والمرأة الأجنبية في المذهب الشافعي
١. المصافحة :
قال الإمام الخطيب الشربيني في المغني المحتاج:
وَيَحْرُمُ مَسُّ وَجْهِ الْأَجْنَبِيَّةِ وَكَفَّيْهَا وَإِنْ أُمِنَتِ الْفِتْنَةُ
٢. النظر إلى الأجنبية
قال الإمام ابن حجر الهيتمي في تحفة المحتاج:
وَيَحْرُمُ نَظَرٌ بِشَهْوَةٍ إِلَى وَجْهِهَا وَكَفَّيْهَا قَطْعًا، وَكَذَا بِلَا شَهْوَةٍ عَلَى الصَّحِيحِ.
٣. السلام على الأجنبية
قال السيد أبو بكر شطا في إعانة الطالبين:
وَيُكْرَهُ سَلَامُ أَجْنَبِيٍّ عَلَى أَجْنَبِيَّةٍ شَابَّةٍ وَعَكْسُهُ، وَقِيلَ يَحْرُمُ
٤. التعزية
قال الإمام النووي في المجموع:
وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يُعَزِّيَ الرَّجُلُ الرِّجَالَ وَالْمَرْأَةُ النِّسَاءَ... وَيَجُوزُ أَنْ يُعَزِّيَ الرَّجُلُ الْمَرْأَةَ الْأَجْنَبِيَّةَ وَعَكْسُهُ إِذَا أُمِنَتِ الْفِتْنَةُ
٥. التشميت 
جائز مع مراعاة الأدب، قياسًا على جواز التعزية عند أمن الفتنة.
العلّة الجامعة في هذه المسائل هي خوف الفتنة. 
فما أُمنت فيه الفتنة وُسِّع فيه، وما خِيفت فيه الفتنة شُدِّد فيه.

وفي عُرف إندونيسيا الذي يتّسم بالوُدّ والتسامح، يُراعي علماء نهضة العلماء جانبَ الحاجة الاجتماعية مع التمسّك بحدود الشريعة والأدب.

Aris Munandar

Antara Bekerja Dan Iktikaf.

:: Antara Bekerja Dan Iktikaf. 

Imam Al-Khallal wafat sekitar 311 H. Menyusun kitab yang diberi judul : “Anjuran Tijarah dan Berkarya dan Bekerja. Dan Pengingkaran atas Orang Yang Mengaku Tawakkal Pada Saat Tidak Mau Bekerja Dan Bantahan Atas Mereka Dalam Hal Itu.” 

Isi kitab ini adalah Hadits Hadits Pilihan dan Atsar Dari Ulama Salaf lengkap dengan Sanad yang menjelaskan tentang (di antaranya) 

1. Dosa menyia-nyiakan tanggung jawab terhadap keluarga.
2. Meluruskan tawakkal yang salah kaprah, seperti misalnya hendak berhaji namun tidak punya bekal dan merasa cukup dengan rasa tawakkal. 
3. Dibencinya prilaku menjadi beban orang lain dan mengandalkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. 

—- 

Catatan. 

Sebentar lagi musim Iktikaf, maka ingatlah kalau Iktikaf janganlah sampai memudaratkan keluarga di rumah, siapkan bekal dan jangan menyusahkan orang lain. Dan Tetap tunaikan pekerjaan dengan semestinya karna bekerja yang halal adalah anjuran yang tidak bertolak belakang dengan anjuran Iktikaf. 

وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
ustadz musamulyadi luqman