Muhammad yanu atmadji blog
blog ini berisikan kumpulan faedah faedah ilmu yang sangat bermanfaat kepada diri saya pribadi
Minggu, 23 Agustus 2026
Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagi kamu.
Apabila berkumpul pada diri seorang individu antara kebaikan dan keburukan, kefasikan dan ketaatan, kemaksiatan dan sunnah, serta bid'ah; maka ia berhak mendapatkan loyalitas (rasa cinta/dukungan) dan pahala sesuai dengan kadar kebaikan yang ada padanya, dan ia juga berhak menerima permusuhan dan hukuman sesuai dengan kadar keburukan yang ada padanya
Barangsiapa meminta-minta (kepada manusia) padahal ia memiliki sesuatu yang mencukupinya, maka permintaannya itu akan datang pada hari kiamat dalam bentuk cakaran, baret, atau luka parut di wajahnya."
Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barangsiapa meminta-minta (kepada manusia) padahal ia memiliki sesuatu yang mencukupinya, maka permintaannya itu akan datang pada hari kiamat dalam bentuk cakaran, baret, atau luka parut di wajahnya."
Keterangan Riwayat:
Diriwayatkan oleh Penyusun Sunan yang Empat (Ashabus Sunan al-Arba'ah: Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ibn Majah).
(Allah) mendidik kita melalui perpisahan/kehilangan (al-faqd) untuk mengeluarkan kita dari kekuasaan hawa nafsu dan keterikatan yang tidak sehat (at-ta'alluq al-mardhi)
Tidak ada perbedaan di kalangan Ahlus Sunnah wal Jama'ah antara hadits mutawatir dan ahad, semuanya wajib diterima
Fawaid Prof. Dr. Saleh Sindi (@Mdssindi)
"Tidak ada perbedaan di kalangan Ahlus Sunnah wal Jama'ah antara hadits mutawatir dan ahad, semuanya wajib diterima.
Jika suatu dalil berupa hadits mutawatir, atau hadits ahad yang sahih (terbukti keabsahannya), maka wajib mengambil dan mengamalkannya, serta tidak boleh ragu-ragu dalam hal tersebut. Hal ini karena dalil-dalil syari telah menunjukkan bahwa dalil wahyu (as-sam'u) merupakan hujjah secara mutlak tanpa keterikatan (persyaratan khusus) maupun batasan tertentu.
Dalil-dalil menunjukkan bahwa dalil wahyu (an-naql / as-sam'u) — yaitu apa saja yang bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah — adalah hujjah mutlak tanpa syarat maupun batasan. Allah Ta'ala berfirman:
"Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah." (QS. Al-Hasyr: 7)
Dan Allah Ta'ala berfirman:
"Agar aku memberi peringatan kepadamu dengannya (Al-Qur'an) dan kepada orang yang sampai Al-Qur'an (kepadanya)." (QS. Al-An'am: 19)
Maka, peringatan itu dapat terwujud dengan apa yang sampai kepada kita dari Rasulullah ﷺ, dan terbukti bahwasanya beliau telah memberikan peringatan dengannya tanpa batasan apa pun. Di sini tidak ada batasan dengan syarat bahwa dalil tersebut harus berstatus mutawatir."
Sumber: Syarh At-Tadmuriyyah | Prof. Dr. Saleh Sindi
الفجر الكاذب. الفجر الكاذب
perbedaan antara Fajar Kazib dan Fajar Sadik:
[00:00 - 00:25] Fajar Sadik Fajar Sadik (fajar yang sebenarnya) adalah pertanda berakhirnya waktu shalat Isya. Cahayanya menyebar, melebar secara memanjang/horisontal di ufuk (lebar, bukan menjulang tinggi ke atas).
Ufuk adalah tempat bertemunya langit dan bumi dalam pandangan mata. Cahaya Fajar Sadik ini membentang secara horizontal, seperti warna kemerahan di langit (syafaq).
[00:26 - 01:09] Fajar Kazib dan Perbandingannya Hal ini membedakannya dari Fajar Kazib (fajar semu). Fajar Kazib bahwasanya bentuk cahayanya memanjang ke atas (vertikal) di langit, dan di bagian atasnya mengumpul cahaya.
Dalam hadits Nabi ﷺ, Fajar Kazib diumpamakan seperti zanab as-sirhan (ekor serigala). Sisi kesamaannya adalah:
- Ekor serigala memanjang ke atas, begitu pula cahaya Fajar Kazib bentuknya memanjang.
- Ekor serigala memiliki bulu yang berkumpul di bagian ujungnya, demikian pula Fajar Kazib memiliki cahaya yang memusat di bagian atasnya.
[01:10 - 02:18] Jarak Waktu antara Dua Fajar Berapa lama jarak waktu antara Fajar Kazib dan Fajar Sadik?
Para ahli fiqih dan ahli astronomi menetapkan batasan jarak antara kedua fajar tersebut adalah 5 derajat astronomi. Satu derajat astronomi setara dengan 4 menit. Maka 5 \times 4 = 20\text{ menit} (sekitar sepertiga jam).
Umumnya, Fajar Kazib akan muncul, lalu menghilang dan disusul oleh kegelapan, baru setelah itu muncul Fajar Sadik. Namun terkadang Fajar Sadik bisa langsung menyambung setelah Fajar Kazib tanpa diselingi kegelapan.
[02:19 - 02:40] Bait Syair Hikmah Alangkah indahnya ucapan sebagian penyair:
"Fajar yang bohong (kazib) tampak sebelum fajar yang jujur (sadik)... Sebagaimana tetesan pertama dari hujan adalah rintik-rintik sebelum akhirnya dicurahkan... Demikian pula cinta para pecinta, dimulai dari gurauan hingga akhirnya membakar rasa."