Sejarah masa lalu penuh dengan pelajaran.
Iseng iseng membaca biografi Abu Muslim Al Khurasani, salah satu tokoh dan panglima perang pendiri Dinasti/Khilafah Abbasiyah.
Namun demikian, tatkala khilafah Umawiyah telah berhasil diruntuhkan, dan dinasti Abbasiyah berdiri, Khalifah Abbasiyah kala itu yaitu Al Manshur merasa bahwa keberadaan Abu Muslim dapat menjadi ancaman kekuasaan Dinasti Abbasiyah.
Menyadari hal ini, tanpa ragu Khalifah Al Manshur mengatur siasat untuk menyingkirkan al Manshur, demi stabiliutas kekuasaan dinasti Abbasiyah.
Khalifah Al Mansur benar benar mengabaikan jasa besar Abu Muslim yang rela menjadi pembunuh berdarah dingin, demi merebut kekuasaan dari Dinasti Umawiyah dan menamcapkan pilar pilar khilafah Abbasiyah.
Menurut Imam Az Zahabi, jomlah orang yang dibunuh oleh Abu Muslim jauh lebih banyak dibanding yang dibunuh oleh Al Hajjaj bin Yusuf. (Siyar A'alam An Nubala' 6/51)
Beliau juga berkata: Abu Muslim Al KHurasani adalah biang bencana besar bagi orang orang Arab di negri Khurasan, ia membasmi mereka dengan ketajaman pedangnya,(Siyar A'alam An Nubala' 6/53).
Demikianlah contoh fakta bahwa betapa banyak di dunia ini orang orang yang berjasa besar bagi penguasa suatu negri. Namun tatkala kehadirannya berubah menjadi ancaman bagi kekuasaan penguasa, maka penguasa tidak segan segan menyingkirkannya. ,
Sejarawan juga mengisahkan bagaimana arogansi Abu Muslim yang merasa berjasa besar bagi dinasti, dan memiliki dukungan massa besar bersikap kurang patuh kepada penguasa pada masanya, terlebih bila mulai merasakan enaknya jabatan, harta yang melimpah, kewenangan yang seakan tanpa batas, memiliki dukungan sosial, pasukan dan lainnya.
Kondisi ini menjadikannya bersikap arogan, sehingga enggan patuh kepada penguasa yang sah. Kondisi ini tergambar pada surat yang ditulis Abu Muslim Al Khurasi kepada sang Khalifah Al Manshur:
إنه لم يبق لك عدو إلا أمكنك الله منه.
وقد كنا نروي عن ملوك آل ساسان: إن أخوف ما يكون الوزراء، إذا سكنت الدهماء.
فنحن نافرون من قربك، حريصون على الوفاء بعهدك ما وفيت، فإن أرضاك ذلك، فأنا كأحسن عبيدك، وإن أبيت، نقضت ما أبرمت من عهدك، ضنا بنفسي والسلام
Tidak ada musuhmu yang tersisa kecuali -atas kehendak Allah - telah berhasil engkau tundukkan .
Kami banyak mendengar petuah raja raja Sasaniyah bahwa : "Ketakutan terbesar seorang menteri adalah ketika rakyat jelata telah tunduk dan patuh."
Atas dasar itu, kami merasa kawatir untuk dekat denganmu, namun kami tetap komitmen menghormati janji setia kami kepadamu, selama engkau juga menjaga komitmenmu.
Bila engkau puas dengan pilihan sikapku ini, maka aku tetap menjadi pelayan-Mu yang paling setia; tetapi jika kamu menolak sikap pilihanku ini, maka gugurlah janji setiaku kepadamu, dalam rangka menjaga keselamatan jiwaku sendiri . (Siyar A'alam An Nubala' 6/62)
So! baca dan baca sejarah masa lalu, karena sejarah adalah ensiklopedia perilaku manusia. Aktornya tidak bisa kembali lagi, namun perilaku akan terus berulang dan berulang, minimal terdapat keserupaan.
Semoga bermanfaat